JAKARTA, Cobisnis.com — Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan masih adanya persoalan ekonomi yang membebani kehidupan masyarakat.
Ia menilai, tidak semua keluarga saat ini dapat merasakan kehidupan yang lebih ringan. Kenaikan berbagai kebutuhan dan sulitnya memperoleh pekerjaan yang layak menjadi tantangan yang masih dihadapi sebagian masyarakat.
“Harus kita akui dengan jujur, masih banyak keluarga yang bekerja keras tetapi merasa hidup belum semakin mudah. Harga kebutuhan sehari-hari masih menekan. Mendapatkan pekerjaan yang layak tidak selalu mudah,” ujar AHY dikutip dari berbagai sumber, Minggu (6/9/2026).
AHY menjelaskan, masyarakat harus bekerja lebih keras untuk menjaga pendapatan tetap seimbang dengan pengeluaran. Menurutnya, meningkatnya biaya hidup membuat kondisi tersebut semakin terasa bagi sejumlah keluarga.
Ia mengatakan, gambaran mengenai kesulitan ekonomi tersebut diperoleh dari hasil mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung.
“Itulah yang saya dengarkan langsung dari para pelaku UMKM, pekerja informal termasuk pengemudi ojol, ibu-ibu rumah tangga, generasi muda, dan kelompok masyarakat lainnya,” ujar AHY.
AHY menyebut persoalan kesejahteraan ekonomi masih menjadi salah satu perhatian utama masyarakat. Ia menyoroti sejumlah isu, mulai dari harga kebutuhan pokok hingga ketersediaan lapangan pekerjaan dan kemiskinan.
“Survei-survei nasional juga menunjukkan bahwa harga kebutuhan pokok, pemberantasan korupsi, lapangan pekerjaan, dan kemiskinan masih menjadi perhatian utama rakyat,” kata dia.
Menurut AHY, kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan ekonomi masih benar-benar dirasakan masyarakat. Ia juga menilai penciptaan pekerjaan berkualitas serta penguatan daya beli masih membutuhkan perhatian.
“Tekanan itu nyata. Lapangan pekerjaan yang berkualitas belum cukup, daya beli banyak keluarga masih tertekan, kelas menengah menghadapi biaya hidup yang semakin berat,” jelas AHY.
Selain membahas daya beli dan lapangan kerja, AHY turut menyinggung persoalan yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menyebut masih banyak pelaku UMKM yang berupaya memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kapasitas usahanya.
AHY juga menyoroti belum meratanya peluang ekonomi dan pelayanan dasar di sejumlah wilayah. Karena itu, ia meminta persoalan tersebut tidak diabaikan dan harus menjadi perhatian bersama.
“Kita tidak boleh mengabaikannya. Jangan menjauh dari kenyataan. Dengarkan, pahami, dan perjuangkan jalan keluarnya. Sebab di balik setiap angka ekonomi, ada kehidupan manusia,” kata AHY.













