• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, October 16, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Penampakan Wilayah Bandar Lampung Imbas Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
September 6, 2026
in Nasional
0
Penampakan Wilayah Bandar Lampung Imbas Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau

JAKARTA, Cobisnis.com  – Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Sabtu (5/9/2026). Aktivitas tersebut terpantau sejak dini hari hingga siang.

Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat abu vulkanik berpeluang terbawa angin menuju arah barat. Sejumlah daerah di Provinsi Lampung yang berada di sebelah barat gunung mulai merasakan dampaknya.

Salah satu wilayah yang terkena hujan abu adalah Bandar Lampung. Pada Sabtu malam, warga di sejumlah kawasan melaporkan adanya debu vulkanik yang masuk ke lingkungan permukiman.

Dinda, warga Sukarame, Bandar Lampung, menyebut abu mulai dirasakan setelah magrib. Selain menempel pada tubuh ketika berada di luar, debu tersebut juga ditemukan hingga ke dalam rumah.

“Sampai di lantai rumah bagian dalam juga debunya,” kata Dinda dikutip dari berbagai sumber,  Minggu (6/7/26).

Kawasan Kemiling, Bandar Lampung, turut dilaporkan terdampak sebaran abu. Lokasi Bandar Lampung berjarak sekitar 80 kilometer dari Gunung Anak Krakatau yang berada di wilayah Lampung Selatan.

Abu vulkanik juga dirasakan warga Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Donny mengatakan debu mulai mencapai wilayah tempat tinggalnya yang berada di sekitar Bandara Lampung.

“Sampai tempatku juga debunya, dekat Bandara Lampung,” kata warga Natar, Lampung Selatan tersebut.

Sebaran abu tidak hanya terjadi di wilayah daratan Lampung. Pulau Sangiang yang berada di Selat Sunda juga dilaporkan terkena abu vulkanik.

Mutia, wisatawan asal Bogor yang sedang berada di Pulau Sangiang, mengatakan abu mulai muncul pada sore hingga malam hari setelah terjadi perubahan arah angin.

“Aku di pulau sangiang juga kena debu. Baru kenanya sore ke malem, pindah angin kata bapak nelayan,” ujar Mutia.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno, mengingatkan warga agar menggunakan masker dan pelindung mata jika wilayah mereka mengalami hujan abu.

“Kalau ada sebaran abu, masyarakat sebaiknya menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar. Ini untuk menghindari abu masuk ke saluran pernapasan maupun mengenai mata,” kata Suwarno, Sabtu siang.

Suwarno mengatakan pola penyebaran abu vulkanik bergantung pada arah angin. Oleh sebab itu, masyarakat diminta mengikuti perkembangan kondisi serta informasi resmi dari petugas.

“Abunya mengikuti arah angin. Jadi masyarakat perlu memerhatikan perkembangan arah angin dan informasi dari petugas,” ujarnya.

Pemantauan pada Sabtu pukul 06.00-12.00 WIB menunjukkan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung secara berkelanjutan.

Kondisi puncak gunung belum dapat diamati karena tertutup kabut. Sementara itu, aktivitas kegempaan tetap terekam dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi mencapai 21.600 detik.

Suara gemuruh dan dentuman dari arah Gunung Anak Krakatau juga masih terdengar. Intensitas suara tersebut berada pada tingkat lemah hingga sedang.

Suwarno meminta masyarakat tidak panik menyikapi aktivitas erupsi. Meski begitu, warga tetap diminta meningkatkan kewaspadaan selama aktivitas vulkanik masih terjadi.

Masyarakat dan wisatawan juga diimbau tidak mendekati kawasan gunung hanya untuk menyaksikan erupsi secara langsung.

“Jangan mendekat. Untuk kawasan Gunung Anak Krakatau tetap ada rekomendasi tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif,” tegasnya.

Warga juga dianjurkan mengurangi kegiatan di luar rumah ketika hujan abu terjadi. Jika aktivitas di luar tidak dapat dihindari, perlindungan diri perlu digunakan untuk mengurangi paparan abu vulkanik.

“Kalau tidak ada kepentingan, sebaiknya hindari aktivitas di luar rumah saat abu turun. Kalau harus keluar, gunakan masker dan pelindung mata,” ujarnya.

Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan, pengunjung, dan pendaki dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Tags: Abu VulkanikAktivitas Vulkanikcobisnis.comErupsi Anak KrakatauGunung Anak KrakatauHeadlineLampungSiaga

Related Posts

Prabowo Copot Suharyanto, Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB

Prabowo Copot Suharyanto, Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB

by Hidayat Taufik
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Suharyanto dari jabatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebagai penggantinya, Prabowo menunjuk...

Boy Thohir Ungkap Kunci Menjaga Kepercayaan Investor, Bukan Sekadar Janji

Boy Thohir Ungkap Kunci Menjaga Kepercayaan Investor, Bukan Sekadar Janji

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pengusaha Boy Thohir menilai kepercayaan investor tidak cukup dibangun melalui janji. Perusahaan harus membuktikannya melalui kinerja yang...

Karhutla Jadi Perhatian, Legislator Miris Ada OTT di BNPB

Karhutla Jadi Perhatian, Legislator Miris Ada OTT di BNPB

by Hidayat Taufik
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menyatakan keprihatinannya atas operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan...

Pulang Kerja Terasa Melelahkan? Ini Tips Pulihkan Energi

Pulang Kerja Terasa Melelahkan? Ini Tips Pulihkan Energi

by Hidayat Taufik
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Rasa lelah setelah bekerja tidak selalu disebabkan oleh aktivitas fisik. Tekanan pekerjaan, komunikasi dengan banyak orang, hingga...

Raymond Chin Angkat Isu Karhutla, Krisis Asap Indonesia Jadi Perhatian ASEAN

Raymond Chin Angkat Isu Karhutla, Krisis Asap Indonesia Jadi Perhatian ASEAN

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menjadi sorotan setelah dampak kabut asap dilaporkan meluas hingga sejumlah...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AIA Healthiest Schools Kembali, Buka Ruang bagi Sekolah untuk Berinovasi

AIA Healthiest Schools Kembali, Buka Ruang bagi Sekolah untuk Berinovasi

October 15, 2026
Sinergi Multi Rangkul Denico, Ekspansi ke Pasar Global

Sinergi Multi Rangkul Denico, Ekspansi ke Pasar Global

October 15, 2026
BSI International Expo 2026 digelar pada 23–25 Oktober di JICC dengan 426 tenant, promosi produk lokal, dan beragam aktivitas halal lifestyle.

BSI Ajak Gen Z Bawa Brand Lokal Mendunia

October 15, 2026
OTT KPK di BNPB: Rp3,3 Miliar, Aset Kripto, dan Emas Disita

OTT KPK di BNPB: Rp3,3 Miliar, Aset Kripto, dan Emas Disita

October 15, 2026
Pekerja Kantoran Harus Banyak Bergerak - pexels/Vitaly Gariev

Seberapa Sering Pekerja Kantoran Harus Banyak Bergerak demi Menajaga Kesehatan?

October 15, 2026
Ilustrasi Seseorang Terkena Gangguan Kesehatan Mental - pexels/Liza Summer

Kelompok Muda Paling Rentan, Kemenkes: 9 dari 10 Orang dengan Depresi Belum Terjangkau Layanan Kesehatan

October 15, 2026
Di Tengah Tekanan Geopolitik, Menpar Ajak GIPi Perkuat Ekosistem Pariwisata Nasional

Di Tengah Tekanan Geopolitik, Menpar Ajak GIPi Perkuat Ekosistem Pariwisata Nasional

October 15, 2026
Prabowo Copot Suharyanto, Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB

Prabowo Copot Suharyanto, Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB

October 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved