• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, October 23, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Banyak Rumah Tangga Berakhir, Ini Faktor Pemicu Perceraian

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
September 6, 2026
in Lifestyle
0
Banyak Rumah Tangga Berakhir, Ini Faktor Pemicu Perceraian

JAKARTA, Cobisnis.com – Berakhirnya sebuah pernikahan umumnya tidak dipicu oleh satu masalah tunggal. Sejumlah penelitian yang dilakukan selama bertahun-tahun memperlihatkan adanya beberapa faktor yang berulang dalam kisah perceraian.

Riset dari berbagai periode dan dengan karakteristik responden yang berbeda menemukan sejumlah persoalan yang sering muncul.

Faktor tersebut antara lain perselingkuhan, lemahnya komitmen, pertengkaran, ketidakcocokan, penyalahgunaan zat, serta hubungan pasangan yang semakin berjarak.

Komitmen Lemah hingga Perselingkuhan

Paul Amato dan Denise Previti melakukan penelitian pada 2003 dengan memanfaatkan data dari proyek Marital Instability Over the Life Course.

Para responden yang telah bercerai diminta mengungkapkan hal-hal yang menurut mereka menyebabkan pernikahan berakhir.

Perselingkuhan, ketidakcocokan, konsumsi alkohol atau narkoba, serta renggangnya hubungan menjadi beberapa jawaban yang paling banyak ditemukan.

Gambaran serupa muncul dalam survei yang dilakukan di Oklahoma pada 2001. Lebih dari 2.000 orang yang pernah bercerai mengikuti survei tersebut dan diminta memilih faktor utama yang menyebabkan perpisahan.

Kurangnya komitmen menjadi alasan yang paling banyak dipilih. Faktor berikutnya adalah konflik atau pertengkaran yang terus terjadi, kemudian perselingkuhan atau hubungan di luar pernikahan.

Selain itu, responden juga menyebut beberapa faktor lain. Di antaranya menikah terlalu muda, tidak cukup mempersiapkan diri sebelum pernikahan, serta persoalan ekonomi.

Usia saat menikah juga memiliki kaitan dengan persoalan ketidakcocokan. Penelitian Amato dan Previti menunjukkan orang yang menikah di usia lebih muda lebih sering mengaitkan perceraian mereka dengan ketidakcocokan.

Mantan Pasangan Dinilai Lebih Bertanggung Jawab

Cara seseorang memandang penyebab perceraian juga menjadi temuan menarik dalam sejumlah penelitian. Banyak responden cenderung menempatkan tanggung jawab yang lebih besar kepada mantan pasangan.

Dalam penelitian Amato dan Previti, sekitar 33 persen responden menyebut mantan pasangan sebagai pihak yang harus disalahkan. Hanya sekitar 5 persen yang menganggap dirinya sendiri paling bertanggung jawab.

Hasil survei di Oklahoma juga menunjukkan kecenderungan serupa. Sebanyak 73 persen responden merasa telah memberikan usaha yang cukup untuk mempertahankan rumah tangga.

Sebaliknya, 74 persen menilai mantan pasangan seharusnya memberikan usaha yang lebih besar.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa persepsi mengenai usaha masing-masing pihak turut membentuk pandangan seseorang terhadap penyebab kandasnya pernikahan.

Penyebab Utama dan Pemicu Terakhir Bisa Berbeda

Penelitian yang dilakukan Shelby Scott, Galena Rhoades, Scott Stanley, Elizabeth Allen, dan Howard Markman pada 2013 memberikan perspektif lain mengenai perceraian.

Dalam penelitian tersebut, peneliti memisahkan alasan utama perceraian dari “pemicu terakhir”. Pemicu terakhir merupakan peristiwa atau keadaan yang akhirnya membuat seseorang benar-benar memutuskan untuk mengakhiri pernikahan.

Tiga alasan yang paling banyak dilaporkan responden adalah:

1. kurangnya komitmen;

2. perselingkuhan;

3. konflik atau pertengkaran.

Adapun peristiwa yang paling sering menjadi pemicu akhir meliputi perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, dan penyalahgunaan zat.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa keretakan rumah tangga dapat berlangsung dalam waktu panjang sebelum sebuah kejadian tertentu menjadi titik akhir hubungan.

Kekerasan Lebih Banyak Dilaporkan Perempuan

Perbedaan pengalaman antara laki-laki dan perempuan juga terlihat dalam penelitian terkait penyebab perceraian, khususnya mengenai kekerasan dalam rumah tangga.

Riset Johnson dan koleganya menemukan bahwa secara umum alasan perceraian yang disampaikan kedua kelompok tidak jauh berbeda. Namun, perempuan jauh lebih sering memasukkan kekerasan dalam rumah tangga sebagai faktor utama perpisahan.

Sebanyak 44 persen perempuan menyebut kekerasan dalam rumah tangga sebagai alasan utama. Sementara pada laki-laki, proporsinya hanya sekitar 8 persen.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan perempuan lebih sering menyatakan keinginan untuk mengakhiri hubungan. Pola tersebut antara lain terlihat dalam penelitian Amato dan Previti.

Alasan Perceraian pada Usia Paruh Baya

Persoalan yang menyebabkan pernikahan berakhir juga ditemukan pada pasangan yang bercerai ketika memasuki usia paruh baya atau lebih tua.

Laporan AARP tahun 2004 yang menggunakan hasil survei nasional terhadap orang berusia 40 tahun ke atas menemukan beberapa faktor dominan. Perlakuan kasar, baik secara verbal, fisik, maupun emosional, menjadi salah satu alasan yang banyak disebut.

Perbedaan nilai dan gaya hidup serta perselingkuhan juga termasuk faktor yang menonjol. Sebagian responden lainnya mengaku kehilangan rasa cinta atau merasa hubungan telah berakhir tanpa satu penyebab spesifik.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa persoalan dalam rumah tangga tetap dapat muncul pada berbagai kelompok usia.

Hubungan Renggang dan Masalah Komunikasi

Penelitian Alan Hawkins, Brian Willoughby, dan William Doherty pada 2012 mengambil pendekatan yang berbeda. Para peneliti mewawancarai responden ketika mereka masih menjalani proses perceraian.

Penelitian tersebut melibatkan 886 orang tua di Hennepin County, Minnesota.

Hubungan yang semakin menjauh dan ketidakmampuan berkomunikasi menjadi dua persoalan yang paling sering disampaikan responden.

Responden yang menyebut hubungan semakin renggang, perbedaan selera, dan persoalan keuangan sebagai alasan perceraian tercatat lebih kecil kemungkinannya untuk mempertimbangkan pembatalan perceraian.

Sebaliknya, kekerasan dan perselingkuhan tidak memperlihatkan pola yang sama dalam kaitannya dengan kemungkinan mempertimbangkan rujuk.

Keinginan Memiliki Anak Bisa Menjadi Sumber Konflik

Perbedaan keinginan untuk memiliki anak juga mulai menjadi perhatian dalam pembahasan mengenai hubungan pernikahan modern.

Saat ini, keputusan mengenai anak semakin sering menjadi hal yang perlu dibicarakan bersama. Pasangan dapat memiliki pandangan berbeda mengenai apakah ingin memiliki anak, kapan memiliki anak, maupun jumlah anak yang diinginkan.

Perbedaan tersebut berpotensi menjadi bagian dari ketidakcocokan dalam rumah tangga.

Meski demikian, belum tersedia bukti yang cukup untuk menempatkan perbedaan keinginan memiliki anak sebagai penyebab utama perceraian. Faktor tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Hal ini berbeda dengan perselingkuhan, konflik, kurangnya komitmen, dan kekerasan yang telah berulang kali ditemukan dalam berbagai penelitian sebagai faktor perceraian.

Mempertahankan Pernikahan Membutuhkan Dua Pihak

Jika dilihat secara keseluruhan, sejumlah penelitian memperlihatkan pola penyebab perceraian yang relatif konsisten dari waktu ke waktu.

Perselingkuhan, kurangnya komitmen, konflik berkepanjangan, ketidakcocokan, hubungan yang semakin renggang, gangguan komunikasi, penyalahgunaan zat, dan kekerasan menjadi persoalan yang kerap muncul.

Namun, masalah yang membuat hubungan memburuk tidak selalu menjadi kejadian yang secara langsung mengakhiri pernikahan.

Sebuah rumah tangga dapat mengalami berbagai persoalan selama bertahun-tahun. Pada akhirnya, satu peristiwa tertentu dapat menjadi titik yang membuat salah satu atau kedua pasangan memilih berpisah.

Karena itu, menjaga pernikahan membutuhkan keterlibatan dari kedua pihak. Kesediaan untuk berkomunikasi, mengevaluasi kesalahan, menyelesaikan persoalan, dan tumbuh bersama dapat membantu menjaga hubungan.

Sebaliknya, ketika hanya satu pihak yang merasa terus berusaha, persoalan yang awalnya masih mungkin diselesaikan dapat semakin sulit diperbaiki.

Berbagai penelitian tersebut pada akhirnya menunjukkan bahwa perceraian merupakan proses yang kompleks. Keputusan untuk berpisah dapat terbentuk dari akumulasi persoalan, konflik, pengalaman, dan dinamika hubungan dalam waktu yang panjang.

Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
online free course
download huawei firmware
Download WordPress Themes
free online course
Tags: Alasan perceraiancobisnis.comHubungan pasangankekerasankomitmenPerceraianpernikahanperselingkuhanrumah tangga

Related Posts

Minim Interaksi Sosial Bisa Memperpendek Masa Hidup Sehat

Minim Interaksi Sosial Bisa Memperpendek Masa Hidup Sehat

by Hidayat Taufik
October 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Minimnya interaksi sosial dan perasaan kesepian dikaitkan dengan berkurangnya masa hidup tanpa penyakit. Temuan penelitian yang diterbitkan...

Serangan Houthi Meningkat, AS Tarik Sebagian Staf dari Arab Saudi

Serangan Houthi Meningkat, AS Tarik Sebagian Staf dari Arab Saudi

by Hidayat Taufik
October 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com Amerika Serikat mengambil langkah pengamanan dengan memerintahkan pegawai pemerintah non-esensial beserta keluarga mereka meninggalkan perwakilan diplomatik AS di...

Sjafrie Pimpin Operasi Penertiban Tambang Emas di Nabire

Sjafrie Pimpin Operasi Penertiban Tambang Emas di Nabire

by Hidayat Taufik
October 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memimpin operasi penertiban tambang emas seluas 275,36 hektare di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire,...

Mengukur Hukuman yang Layak bagi Perusahaan Terduga Pemicu Karhutla

Mengukur Hukuman yang Layak bagi Perusahaan Terduga Pemicu Karhutla

by Hidayat Taufik
October 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Singapura telah mengidentifikasi 10 perusahaan Indonesia yang diduga terkait dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang...

UMP 2027 Digodok, Upah Pekerja Masih Dibayangi Biaya Hidup

UMP 2027 Digodok, Upah Pekerja Masih Dibayangi Biaya Hidup

by Hidayat Taufik
October 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah tengah menyusun estimasi kebutuhan hidup layak (KHL) sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam menentukan Upah Minimum...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
PT AIA Financial Peroleh Persetujuan OJK untuk Pengalihan Portofolio Unit Usaha Syariah kepada PT AIA Syariah Insurance

PT AIA Financial Peroleh Persetujuan OJK untuk Pengalihan Portofolio Unit Usaha Syariah kepada PT AIA Syariah Insurance

October 22, 2026
Prabowo Kembali Wacanakan Penghematan Besar-besaran demi Kesejahteraan Masyarakat

Prabowo Kembali Wacanakan Penghematan Besar-besaran demi Kesejahteraan Masyarakat

October 22, 2026
Demi Danantara, Luhut Usulkan Perubahan Definisi Korupsi dan Prabowo Setuju

Demi Danantara, Luhut Usulkan Perubahan Definisi Korupsi dan Prabowo Setuju

October 22, 2026
Prabowo Jadikan Kesejahteraan Rakyat sebagai Tujuan Utama Pemerintahan

Prabowo Jadikan Kesejahteraan Rakyat sebagai Tujuan Utama Pemerintahan

October 22, 2026
Minim Interaksi Sosial Bisa Memperpendek Masa Hidup Sehat

Minim Interaksi Sosial Bisa Memperpendek Masa Hidup Sehat

October 23, 2026
Serangan Houthi Meningkat, AS Tarik Sebagian Staf dari Arab Saudi

Serangan Houthi Meningkat, AS Tarik Sebagian Staf dari Arab Saudi

October 23, 2026
Sjafrie Pimpin Operasi Penertiban Tambang Emas di Nabire

Sjafrie Pimpin Operasi Penertiban Tambang Emas di Nabire

October 23, 2026
Mengukur Hukuman yang Layak bagi Perusahaan Terduga Pemicu Karhutla

Mengukur Hukuman yang Layak bagi Perusahaan Terduga Pemicu Karhutla

October 23, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved