Meskipun ini mungkin terdengar seperti kegiatan tambahan yang mudah untuk rutinitas pagi, para ahli mengatakan bahwa hal ini akan berdampak baik untuk kesehatan jangka panjang.
Dilansir Indianexpress, Kamis (03/09/2026), Shah menyarankan untuk menambahkan protein pada makanan pertama di pagi hari, terutama karena massa otot secara alami menurun seiring bertambahnya usia.
Sementara menurut Dt Amreen Sheikh, Kepala Ahli Gizi, Rumah Sakit KIMS, Thane, 20–30 gram protein saat sarapan adalah target yang wajar untuk sebagian besar orang dewasa, tergantung pada ukuran tubuh, tingkat aktivitas, dan pola makan secara keseluruhan.
“Ini bermanfaat untuk menjaga massa otot dan berkontribusi pada rasa kenyang, serta memudahkan untuk memenuhi kebutuhan protein harian. “Pentingnya hal ini meningkat seiring bertambahnya usia karena massa otot cenderung berkurang secara alami,” katanya.
Kemudian, untuk kismis hitam dan biji adas yang direndam, Dt Sheikh mengatakan bahwa keduanya dapat menjadi bagian dari diet seimbang, tetapi sedikit bukti yang menunjukkan bahwa kombinasi ini memiliki manfaat khusus setelah usia 40 tahun.
“Yang lebih penting adalah memastikan nutrisi yang cukup, berolahraga secara teratur, dan tidur yang berkualitas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dt Sheikh manambahkan bahwa berjalan kaki sebentar setelah makan juga dapat membantu mengurangi peningkatan kadar glukosa darah.
“Berjalan kaki selama 15 hingga 20 menit adalah titik awal yang sangat baik karena membuat tubuh bergerak, meningkatkan aktivitas harian, dan dapat membantu mengontrol kadar gula darah,” kata Dt Sheikh.
Namun, tujuan jangka panjangnya harus lebih luas daripada sekadar jalan pagi selama 15 menit.
“Orang dewasa sebaiknya secara bertahap meningkatkan aktivitas fisik sedang hingga mencapai setidaknya 150 menit setiap minggu, bersamaan dengan beberapa latihan penguatan otot,” jelasnya.
Selanjutnya, Dt Sheikh mengatakan latihan pernapasan perlahan dan terkontrol membantu menenangkan sistem saraf dan dapat mengurangi perasaan stres dan kecemasan.
Ia menyarankan bahwa 5–10 menit bernapas perlahan dan nyaman sudah cukup untuk rutinitas pagi.
“Bagi sebagian besar orang, sekadar latihan pernapasan perlahan melalui hidung dengan hembusan napas yang rileks dan lebih panjang sudah cukup,” sarannya.
Kesimpulannya? Jadi, daripada mengejar rutinitas pagi yang sempurna, fokuslah pada asupan protein yang cukup, olahraga teratur, tidur yang berkualitas, dan praktik manajemen stres sederhana yang dapat kamu ikuti secara konsisten.