• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, November 5, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Karhutla Kalimantan Ancam Flora dan Satwa Endemik Indonesia

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
September 3, 2026
in Nasional
0
Karhutla Kalimantan Ancam Flora dan Satwa Endemik Indonesia

JAKARTA, Cobisnis.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah daerah di Kalimantan menjadi perhatian Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv.

Ia menilai, kebakaran tersebut membawa dampak luas, mulai dari persoalan kesehatan hingga ancaman terhadap keberadaan flora dan fauna endemik.

“Karhutla tidak hanya menimbulkan kabut asap dan mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga mengancam keberlangsungan berbagai flora dan satwa endemik yang menjadi kekayaan alam Indonesia,” ungkap Rajiv, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (2/9/2026).

Menurut Rajiv, Kalimantan memiliki kawasan hutan dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Berbagai spesies langka menjadikan wilayah tersebut sebagai habitat sekaligus tempat mencari makanan dan berkembang biak.

Ia menyebut sejumlah satwa dan tumbuhan khas Indonesia, seperti burung rangkong, bekantan, orangutan, pohon ulin, serta berbagai spesies anggrek, berada dalam ancaman ketika habitatnya dilanda kebakaran.

“Bayangkan, Pulau Kalimantan memiliki banyak flora dan fauna langka, ketika hutan terbakar, maka yang hilang bukan hanya pepohonan, melainkan juga sumber makanan, air dan akhirnya habitat hilang sehingga satwa endemik dan kekayaan genetik kita berpotensi musnah,” ujar Rajiv.

Rajiv menjelaskan bahwa satwa yang berhasil menghindari kobaran api belum tentu terbebas dari dampak karhutla. Kerusakan hutan membuat mereka kehilangan tempat berlindung sekaligus sumber makanan.

Dalam kondisi tersebut, satwa liar berpotensi berpindah ke wilayah lain untuk bertahan hidup. Mereka bisa masuk ke area perkebunan, kawasan hutan sekunder, maupun permukiman warga.

Perpindahan tersebut, kata Rajiv, dapat memicu meningkatnya pertemuan antara manusia dan satwa liar. Karena itu, keberadaan satwa yang terdampak kebakaran perlu diantisipasi dan ditangani dengan langkah mitigasi yang tepat.

“Kita harus mengantisipasi dan melakukan mitigasi keberadaan satwa yang selamat dan keluar menuju kawasan perkebunan, hutan sekunder, atau permukiman, karena risiko konflik antara satwa dan manusia semakin meningkat,” ujar dia.

Lebih lanjut, Rajiv menilai proses pemulihan hutan yang terbakar tidak dapat dilakukan secara instan. Penanaman kembali pohon saja dinilai belum cukup untuk mengembalikan fungsi ekologis hutan seperti kondisi sebelumnya.

Ia pun meminta pemerintah memperkuat strategi penanganan karhutla dengan mengedepankan langkah pencegahan. Penanganan, menurutnya, tidak boleh hanya dilakukan setelah kebakaran meluas.

Rajiv mendorong penerapan sistem pencegahan jangka panjang yang mempertimbangkan tingkat kerawanan setiap wilayah. Upaya tersebut juga perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat hingga komunitas adat.

“Pemerintah perlu membangun sistem komando terpadu yang menghubungkan seluruh stakeholders. Setiap titik panas harus segera diverifikasi di lapangan, ditelusuri sumbernya, dan ditangani sebelum berubah menjadi kebakaran besar,” kata Rajiv.

Selain memastikan kebakaran dapat dicegah dan ditangani lebih cepat, Rajiv meminta keselamatan satwa menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan dalam kebijakan penanggulangan karhutla.

Ia juga menekankan pentingnya melindungi wilayah yang memiliki fungsi sebagai habitat satwa meskipun kawasan tersebut berada di luar area konservasi. Perlindungan dapat dilakukan melalui penyediaan koridor ekologis, kawasan preservasi, serta kerja sama antara pemerintah, pemegang konsesi dan masyarakat.

Menurut Rajiv, langkah perlindungan terhadap hutan dan satwa harus dilakukan secara terpadu. Dengan begitu, kerusakan ekosistem akibat karhutla di Kalimantan dapat ditekan dan keberadaan keanekaragaman hayati tetap terjaga.

Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
free download udemy paid course
download micromax firmware
Free Download WordPress Themes
free download udemy course
Tags: cobisnis.comkalimantanKarhutlaRajivSatwa Endemikspesies anggrek

Related Posts

Polri dan KY Siapkan Kerja Sama Pengamanan Lingkungan Pengadilan

Polri dan KY Siapkan Kerja Sama Pengamanan Lingkungan Pengadilan

by Hidayat Taufik
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketua Komisi Yudisial (KY) Abdul Chair Ramadhan menggelar pertemuan dengan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto di Markas...

DPR Siapkan Aturan agar Aset Rampasan Bisa Langsung Diterima Korban

DPR Siapkan Aturan agar Aset Rampasan Bisa Langsung Diterima Korban

by Hidayat Taufik
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyampaikan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset nantinya akan memuat ketentuan...

Dalam Sidang Kasus Ijazah, Jokowi Uraikan Riwayat Pendidikan hingga Perguruan Tinggi

Dalam Sidang Kasus Ijazah, Jokowi Uraikan Riwayat Pendidikan hingga Perguruan Tinggi

by Hidayat Taufik
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memaparkan perjalanan pendidikannya mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi saat...

China Belum Cabut Boikot LaLiga, Javier Tebas Cari Jalan Keluar

China Belum Cabut Boikot LaLiga, Javier Tebas Cari Jalan Keluar

by Hidayat Taufik
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemboikotan siaran Liga Spanyol oleh China masih berlangsung menyusul kontroversi candaan Kylian Mbappe yang menyinggung tokoh nasional...

Iran Minta Warga Bersiap Hadapi Kemungkinan Serangan Nuklir

Iran Minta Warga Bersiap Hadapi Kemungkinan Serangan Nuklir

by Hidayat Taufik
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com -  Pemerintah Iran mendadak menyiarkan panduan keselamatan bagi masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan serangan nuklir. Informasi tersebut disampaikan melalui...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sleeping with the Enemy Hadirkan Kisah Balas Dendam Cinta Laura di WeTV

Sleeping with the Enemy Hadirkan Kisah Balas Dendam Cinta Laura di WeTV

November 4, 2026
Hashim Cemas Rupiah Tembus Rp21 Ribu

Hashim Cemas Rupiah Tembus Rp21 Ribu

November 4, 2026
Hana Bank Tawarkan Tiket Gratis ke Korea Selatan lewat Program Tabungan

Hana Bank Tawarkan Tiket Gratis ke Korea Selatan lewat Program Tabungan

November 4, 2026
Kemenkes: Terapi Pencegahan TBC di Jakarta Meningkat 5 Kali Lipat

Kemenkes: Terapi Pencegahan TBC di Jakarta Meningkat 5 Kali Lipat

November 4, 2026
Polri dan KY Siapkan Kerja Sama Pengamanan Lingkungan Pengadilan

Polri dan KY Siapkan Kerja Sama Pengamanan Lingkungan Pengadilan

November 5, 2026
Emiliano Martinez Berpeluang Comeback Lebih Cepat, Chelsea Dapat Kabar Baik

Bocoran Pirates of the Caribbean 6, Johnny Depp Berpeluang Kembali

November 5, 2026
Peris.ai meraih Best Award – 1st Place di Korea–ASEAN AI Youth Festa 2026, mengungguli 23 startup dan membawa pulang hadiah USD 20.000.

Peris.ai Raih Juara Pertama Kompetisi AI ASEAN-Korea

November 5, 2026
BTN Dorong Ekonomi Sirkular Melalui Waste Station Banyumas

BTN Dorong Ekonomi Sirkular Melalui Waste Station Banyumas

November 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved