• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, October 16, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Karhutla Kalimantan Ancam Flora dan Satwa Endemik Indonesia

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
September 3, 2026
in Nasional
0
Karhutla Kalimantan Ancam Flora dan Satwa Endemik Indonesia

JAKARTA, Cobisnis.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah daerah di Kalimantan menjadi perhatian Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv.

Ia menilai, kebakaran tersebut membawa dampak luas, mulai dari persoalan kesehatan hingga ancaman terhadap keberadaan flora dan fauna endemik.

“Karhutla tidak hanya menimbulkan kabut asap dan mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga mengancam keberlangsungan berbagai flora dan satwa endemik yang menjadi kekayaan alam Indonesia,” ungkap Rajiv, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (2/9/2026).

Menurut Rajiv, Kalimantan memiliki kawasan hutan dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Berbagai spesies langka menjadikan wilayah tersebut sebagai habitat sekaligus tempat mencari makanan dan berkembang biak.

Ia menyebut sejumlah satwa dan tumbuhan khas Indonesia, seperti burung rangkong, bekantan, orangutan, pohon ulin, serta berbagai spesies anggrek, berada dalam ancaman ketika habitatnya dilanda kebakaran.

“Bayangkan, Pulau Kalimantan memiliki banyak flora dan fauna langka, ketika hutan terbakar, maka yang hilang bukan hanya pepohonan, melainkan juga sumber makanan, air dan akhirnya habitat hilang sehingga satwa endemik dan kekayaan genetik kita berpotensi musnah,” ujar Rajiv.

Rajiv menjelaskan bahwa satwa yang berhasil menghindari kobaran api belum tentu terbebas dari dampak karhutla. Kerusakan hutan membuat mereka kehilangan tempat berlindung sekaligus sumber makanan.

Dalam kondisi tersebut, satwa liar berpotensi berpindah ke wilayah lain untuk bertahan hidup. Mereka bisa masuk ke area perkebunan, kawasan hutan sekunder, maupun permukiman warga.

Perpindahan tersebut, kata Rajiv, dapat memicu meningkatnya pertemuan antara manusia dan satwa liar. Karena itu, keberadaan satwa yang terdampak kebakaran perlu diantisipasi dan ditangani dengan langkah mitigasi yang tepat.

“Kita harus mengantisipasi dan melakukan mitigasi keberadaan satwa yang selamat dan keluar menuju kawasan perkebunan, hutan sekunder, atau permukiman, karena risiko konflik antara satwa dan manusia semakin meningkat,” ujar dia.

Lebih lanjut, Rajiv menilai proses pemulihan hutan yang terbakar tidak dapat dilakukan secara instan. Penanaman kembali pohon saja dinilai belum cukup untuk mengembalikan fungsi ekologis hutan seperti kondisi sebelumnya.

Ia pun meminta pemerintah memperkuat strategi penanganan karhutla dengan mengedepankan langkah pencegahan. Penanganan, menurutnya, tidak boleh hanya dilakukan setelah kebakaran meluas.

Rajiv mendorong penerapan sistem pencegahan jangka panjang yang mempertimbangkan tingkat kerawanan setiap wilayah. Upaya tersebut juga perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat hingga komunitas adat.

“Pemerintah perlu membangun sistem komando terpadu yang menghubungkan seluruh stakeholders. Setiap titik panas harus segera diverifikasi di lapangan, ditelusuri sumbernya, dan ditangani sebelum berubah menjadi kebakaran besar,” kata Rajiv.

Selain memastikan kebakaran dapat dicegah dan ditangani lebih cepat, Rajiv meminta keselamatan satwa menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan dalam kebijakan penanggulangan karhutla.

Ia juga menekankan pentingnya melindungi wilayah yang memiliki fungsi sebagai habitat satwa meskipun kawasan tersebut berada di luar area konservasi. Perlindungan dapat dilakukan melalui penyediaan koridor ekologis, kawasan preservasi, serta kerja sama antara pemerintah, pemegang konsesi dan masyarakat.

Menurut Rajiv, langkah perlindungan terhadap hutan dan satwa harus dilakukan secara terpadu. Dengan begitu, kerusakan ekosistem akibat karhutla di Kalimantan dapat ditekan dan keberadaan keanekaragaman hayati tetap terjaga.

Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
online free course
download xiomi firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: cobisnis.comkalimantanKarhutlaRajivSatwa Endemikspesies anggrek

Related Posts

Di Tengah Bencana Karhutla, Felix Siauw Kritik Pejabat yang Bercanda

Di Tengah Bencana Karhutla, Felix Siauw Kritik Pejabat yang Bercanda

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pendakwah dan kreator konten Felix Siauw mengkritik candaan pejabat publik saat membahas kebakaran hutan dan lahan (karhutla)....

Menhaj Ingatkan Dana Haji Harus Aman dan Memberi Manfaat

Menhaj Ingatkan Dana Haji Harus Aman dan Memberi Manfaat

by Hidayat Taufik
October 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menekankan bahwa pengelolaan dana haji harus mampu menjaga keamanan investasi...

“Saya Bukan Robot, Pak!” Petugas SPBU Menangis karena Diminta Kerja 24 Jam

“Saya Bukan Robot, Pak!” Petugas SPBU Menangis karena Diminta Kerja 24 Jam

by Hidayat Taufik
October 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Seorang petugas perempuan di SPBU 54.801.48, Jalan Diponegoro, Denpasar, Bali, tak kuasa menahan tangis saat Gubernur Bali...

Pupuk Kaltim

Perkuat Daya Saing Manufaktur Nasional, Pupuk Kaltim Raih Primaniyarta 2026

by Weldon Darmawan
October 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menerima Penghargaan Primaniyarta 2026, kategori Eksportir Produk Industri Manufaktur dari Kementerian...

UGM Diajak Mentan Amran Kembangkan Ribuan Hektare Lahan Kedelai

UGM Diajak Mentan Amran Kembangkan Ribuan Hektare Lahan Kedelai

by Hidayat Taufik
October 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginisiasi perluasan budi daya kedelai di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, melalui kolaborasi...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AIA Healthiest Schools Kembali, Buka Ruang bagi Sekolah untuk Berinovasi

AIA Healthiest Schools Kembali, Buka Ruang bagi Sekolah untuk Berinovasi

October 15, 2026
Prudential Syariah Luncurkan PRUCare 360 Syariah

Prudential Syariah Luncurkan PRUCare 360 Syariah

October 15, 2026
BSI International Expo 2026 digelar pada 23–25 Oktober di JICC dengan 426 tenant, promosi produk lokal, dan beragam aktivitas halal lifestyle.

BSI Ajak Gen Z Bawa Brand Lokal Mendunia

October 15, 2026
Sinergi Multi Rangkul Denico, Ekspansi ke Pasar Global

Sinergi Multi Rangkul Denico, Ekspansi ke Pasar Global

October 15, 2026
Lautaro Martinez mengalami cedera hamstring paha kiri dan diperkirakan absen hingga November, termasuk saat Inter Milan menghadapi AC Milan pada 31 Oktober 2026.

Lautaro Martinez Cedera, Inter Terancam Tanpa Kapten

October 16, 2026

Cuan Menggiurkan! Segini Potensi Penjualan Bulanan Gerai Momoyo

October 16, 2026
Di Tengah Bencana Karhutla, Felix Siauw Kritik Pejabat yang Bercanda

Di Tengah Bencana Karhutla, Felix Siauw Kritik Pejabat yang Bercanda

October 16, 2026
Menhaj Ingatkan Dana Haji Harus Aman dan Memberi Manfaat

Menhaj Ingatkan Dana Haji Harus Aman dan Memberi Manfaat

October 16, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved