• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, September 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Karhutla Kalimantan Ancam Flora dan Satwa Endemik Indonesia

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
September 3, 2026
in Nasional
0
Karhutla Kalimantan Ancam Flora dan Satwa Endemik Indonesia

JAKARTA, Cobisnis.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah daerah di Kalimantan menjadi perhatian Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv.

Ia menilai, kebakaran tersebut membawa dampak luas, mulai dari persoalan kesehatan hingga ancaman terhadap keberadaan flora dan fauna endemik.

“Karhutla tidak hanya menimbulkan kabut asap dan mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga mengancam keberlangsungan berbagai flora dan satwa endemik yang menjadi kekayaan alam Indonesia,” ungkap Rajiv, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (2/9/2026).

Menurut Rajiv, Kalimantan memiliki kawasan hutan dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Berbagai spesies langka menjadikan wilayah tersebut sebagai habitat sekaligus tempat mencari makanan dan berkembang biak.

Ia menyebut sejumlah satwa dan tumbuhan khas Indonesia, seperti burung rangkong, bekantan, orangutan, pohon ulin, serta berbagai spesies anggrek, berada dalam ancaman ketika habitatnya dilanda kebakaran.

“Bayangkan, Pulau Kalimantan memiliki banyak flora dan fauna langka, ketika hutan terbakar, maka yang hilang bukan hanya pepohonan, melainkan juga sumber makanan, air dan akhirnya habitat hilang sehingga satwa endemik dan kekayaan genetik kita berpotensi musnah,” ujar Rajiv.

Rajiv menjelaskan bahwa satwa yang berhasil menghindari kobaran api belum tentu terbebas dari dampak karhutla. Kerusakan hutan membuat mereka kehilangan tempat berlindung sekaligus sumber makanan.

Dalam kondisi tersebut, satwa liar berpotensi berpindah ke wilayah lain untuk bertahan hidup. Mereka bisa masuk ke area perkebunan, kawasan hutan sekunder, maupun permukiman warga.

Perpindahan tersebut, kata Rajiv, dapat memicu meningkatnya pertemuan antara manusia dan satwa liar. Karena itu, keberadaan satwa yang terdampak kebakaran perlu diantisipasi dan ditangani dengan langkah mitigasi yang tepat.

“Kita harus mengantisipasi dan melakukan mitigasi keberadaan satwa yang selamat dan keluar menuju kawasan perkebunan, hutan sekunder, atau permukiman, karena risiko konflik antara satwa dan manusia semakin meningkat,” ujar dia.

Lebih lanjut, Rajiv menilai proses pemulihan hutan yang terbakar tidak dapat dilakukan secara instan. Penanaman kembali pohon saja dinilai belum cukup untuk mengembalikan fungsi ekologis hutan seperti kondisi sebelumnya.

Ia pun meminta pemerintah memperkuat strategi penanganan karhutla dengan mengedepankan langkah pencegahan. Penanganan, menurutnya, tidak boleh hanya dilakukan setelah kebakaran meluas.

Rajiv mendorong penerapan sistem pencegahan jangka panjang yang mempertimbangkan tingkat kerawanan setiap wilayah. Upaya tersebut juga perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat hingga komunitas adat.

“Pemerintah perlu membangun sistem komando terpadu yang menghubungkan seluruh stakeholders. Setiap titik panas harus segera diverifikasi di lapangan, ditelusuri sumbernya, dan ditangani sebelum berubah menjadi kebakaran besar,” kata Rajiv.

Selain memastikan kebakaran dapat dicegah dan ditangani lebih cepat, Rajiv meminta keselamatan satwa menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan dalam kebijakan penanggulangan karhutla.

Ia juga menekankan pentingnya melindungi wilayah yang memiliki fungsi sebagai habitat satwa meskipun kawasan tersebut berada di luar area konservasi. Perlindungan dapat dilakukan melalui penyediaan koridor ekologis, kawasan preservasi, serta kerja sama antara pemerintah, pemegang konsesi dan masyarakat.

Menurut Rajiv, langkah perlindungan terhadap hutan dan satwa harus dilakukan secara terpadu. Dengan begitu, kerusakan ekosistem akibat karhutla di Kalimantan dapat ditekan dan keberadaan keanekaragaman hayati tetap terjaga.

Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
udemy free download
download karbonn firmware
Download WordPress Themes
udemy free download
Tags: cobisnis.comkalimantanKarhutlaRajivSatwa Endemikspesies anggrek

Related Posts

Indonesia Sikat Singapura 2-0, Garuda Amankan Tiga Poin

Indonesia Sikat Singapura 2-0, Garuda Amankan Tiga Poin

by Hidayat Taufik
September 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Timnas Indonesia mengawali kiprah di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Singapura. Pertandingan...

Film Saw 11 resmi dilanjutkan dengan Mike P. Nelson sebagai sutradara. James Wan juga kembali sebagai produser bersama Leigh Whannell dan Jason Blum.

Saw 11 Resmi Lanjut, Mike P. Nelson Jadi Sutradara

by Desti Dwi Natasya
September 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Franchise horor Saw akhirnya kembali mendapatkan kepastian setelah Lionsgate dan Blumhouse mengumumkan film ke-11 akan segera digarap....

Beras Melimpah, Harga Masih Tinggi? Ini Kata Amran

Beras Melimpah, Harga Masih Tinggi? Ini Kata Amran

by Hidayat Taufik
September 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah menyatakan ketersediaan beras nasional saat ini berada dalam kondisi aman. Namun, harga beras di pasaran masih...

Fabian Ruiz mengaku lebih nyaman tidak dikenali publik demi menjaga kehidupan pribadi dan keluarganya setelah meraih banyak trofi bergengsi.

Fabian Ruiz Nyaman Hidup Tanpa Terkenal

by Desti Dwi Natasya
September 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Gelandang Paris Saint-Germain (PSG) Fabian Ruiz mengaku lebih nyaman jika tidak banyak dikenal orang meski telah meraih...

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK)

Polisi Siapkan Rekayasa Lalin Sekitar GBK

by Desti Dwi Natasya
September 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Polda Metro Jaya menyiapkan pengaturan dan rekayasa lalu lintas di sekitar Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK),...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
41% Orang Indonesia Belum Kenal Pneumonia Pneumokokus

41% Orang Indonesia Belum Kenal Pneumonia Pneumokokus

September 24, 2026
ASABRI Pastikan Hak Ahli Waris Peserta Terpenuhi

ASABRI Pastikan Hak Ahli Waris Peserta Terpenuhi

September 25, 2026
Kemenkes Imbau Vaksinasi saat Kasus ISPA Lansia Tembus 2,4 Juta

Kemenkes Imbau Vaksinasi saat Kasus ISPA Lansia Tembus 2,4 Juta

September 25, 2026
Pemimpin Dunia Soroti Pengamanan AI di PBB

Xiaomi Watch S5 Transparent Hanya 5.000 Unit

September 25, 2026
Indonesia Sikat Singapura 2-0, Garuda Amankan Tiga Poin

Indonesia Sikat Singapura 2-0, Garuda Amankan Tiga Poin

September 25, 2026
Inhealth Gelar Aksi Kepedulian Kanker di 11 Kota

ANTAM Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

September 25, 2026
Inhealth Gelar Aksi Kepedulian Kanker di 11 Kota

Inhealth Gelar Aksi Kepedulian Kanker di 11 Kota

September 25, 2026
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan AS menentukan kapan perang berakhir dan menegaskan Teheran terbuka untuk kesepakatan guna mengakhiri konflik.

Presiden Iran Ungkap Syarat Perang Berakhir

September 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved