JAKARTA, Cobisnis.com – Persebaya Surabaya akan mengarungi Super League 2026/2027 bersama pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares. Jelang kompetisi, Tavares meminta Bonek dan Bonita tidak memberikan tekanan berlebihan kepada tim.
Super League 2026/2027 akan dimulai pada Jumat (4/9/2026). Persebaya baru menjalani pertandingan pertamanya pada Sabtu (5/9) dengan menghadapi Bhayangkara FC.
Laga tersebut akan digelar di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung.
Persebaya datang dengan modal positif setelah Catur Pamungkas dan kawan-kawan berhasil menjuarai Piala Presiden 2026. Gelar tersebut menjadi pencapaian penting karena Persebaya belum pernah memenangkan turnamen tersebut sebelumnya.
Di sisi lain, Bajul Ijo sudah lebih dari dua dekade tidak meraih gelar juara kompetisi di tanah air. Terakhir kali Persebaya menjadi juara Liga Indonesia terjadi pada 2004.
Tavares memahami besarnya harapan Bonek dan Bonita agar Persebaya kembali menjadi juara. Namun, dia meminta suporter tidak memberikan tuntutan yang terlalu besar.
“Banyak (Bonek dan Bonita) bertemu saya berkata, juara coach, kita harus menang, kita wajib juara. Oke, pemain ingin memenangkan pertandingan berikutnya, dan itulah yang harus menjadi target tim,” kata Bernardo Tavares.
Dia menilai keberhasilan menjuarai Piala Presiden tidak bisa dijadikan patokan untuk menghadapi kompetisi musim ini karena situasinya berbeda.
“Kita menjuarai Piala Presiden, semua orang senang, dan itu turnamen yang bagus. Persebaya belum pernah menjuarainya sebelum ini. Tapi sekarang (BRI Super League) situasinya berbeda.”
Tavares kemudian kembali mengingatkan suporter agar memberikan dukungan tanpa membebani tim dengan target juara.
“Persebaya 22 tahun tidak menjuarai kompetisi, jadi tolong jangan beri tekanan berlebih. Target saya sebagai pelatih adalah menyiapkan tim (terbaik) untuk (satu) pertandingan (ke) berikutnya, itu saja.”
Menurut Tavares, dukungan suporter justru dibutuhkan ketika pemain tampil kurang maksimal atau tim mengalami kekalahan.
“Jika ingin membantu, berikan dukungan terutama saat pemain tampil kurang maksimal di lapangan. Bonek dan Bonita harus terus bernyanyi memberi semangat ketika tim mengalami kekalahan,” kata dia.













