JAKARTA, Cobisnis.com – Maudy Ayunda membagikan sejumlah pandangan mengenai proses belajar anak yang menurutnya tidak seharusnya hanya berorientasi pada nilai di sekolah.
Dalam pembahasan buku The Learning Game karya Ana Lorena Fabrega, Maudy menyoroti pentingnya menciptakan pengalaman belajar yang mendorong rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, hingga kemandirian anak.
Menurut Maudy, sistem pendidikan yang terlalu berfokus pada nilai dapat membuat anak lebih mengejar hasil daripada memahami proses belajar.
Ia mengatakan anak seharusnya diberi kesempatan untuk mengeksplorasi ide, mengajukan pertanyaan, serta menemukan kesenangan dalam belajar.
“Sometimes, perhaps we also feel that how the learning system at school can make us too fixated on pursuing grades instead of the learning process itself,” kata Maudy Ayunda dari kanal YouTube @modmedia, dikutip Cobisnis Senin (24/8/2026).
Maudy kemudian menjelaskan bahwa terdapat sejumlah hal dalam sistem pembelajaran yang dapat mengurangi kecintaan anak terhadap proses belajar, seperti materi tanpa konteks, sistem peringkat, serta ujian dan penilaian yang terlalu berorientasi pada hasil.
Menurutnya, anak juga perlu memahami bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses belajar.
Di lingkungan sekolah, kegagalan sering dianggap sebagai sesuatu yang harus dihindari. Padahal, dalam kehidupan dan dunia profesional, kegagalan dapat menjadi kesempatan untuk belajar dan mengetahui kemampuan diri.
“Allowing children to fail and quit in the right context, makes children braver to experiment and explore so that in the end, they can grow into mature individuals who are confident, know themselves, and appreciate the process,” ujarnya.
Selain berani gagal, Maudy menilai anak perlu diberikan ruang untuk mengambil kendali dalam proses belajar dan menyelesaikan masalah.
Orang tua dapat melibatkan anak dalam pengambilan keputusan, memberikan pilihan, menjawab pertanyaan mereka, serta memberi ruang untuk mengeksplorasi berbagai hal.
Menurut Maudy, respons orang tua terhadap usaha anak juga penting agar mereka tidak hanya berorientasi pada hasil akhir.
Ia menyarankan orang tua memberikan apresiasi yang lebih spesifik dengan menanyakan proses dan usaha yang dilakukan anak.
Dengan pendekatan tersebut, anak diharapkan dapat lebih menghargai rasa ingin tahu, kerja keras, dan kegigihan daripada sekadar mengejar hasil akhir.
Maudy menilai gagasan dalam The Learning Game tidak hanya relevan bagi anak sekolah, tetapi juga dapat menjadi panduan bagi orang tua, guru, akademisi, maupun siapa saja yang peduli terhadap proses belajar.













