JAKARTA, Cobisnis.com – Emas kini punya cara baru untuk masuk ke kantong investor. Lewat ETF Emas, masyarakat bisa mendapatkan eksposur terhadap harga emas melalui Bursa Efek Indonesia tanpa harus menyimpan emas batangan sendiri.
ETF Emas merupakan produk investasi yang diperdagangkan di bursa. Sederhananya, investor membeli unit ETF melalui pasar modal, sementara emas menjadi aset dasar yang menopang produk tersebut.
Hal menariknya ada pada emas fisik yang berada di balik produk ini. Jadi, ETF Emas bukan sekadar angka yang bergerak mengikuti harga emas di layar perdagangan.
Dalam ekosistem tersebut, emas fisik terhubung dengan Electronic Gold Receipt atau EGR. Instrumen ini menjadi bukti kepemilikan emas dalam bentuk elektronik dan menghubungkan emas fisik dengan sistem pasar modal.
Setiap 1 gram emas direpresentasikan oleh 1.000 EGR. Dengan mekanisme tersebut, kepemilikan emas dapat tercatat secara digital tanpa membuat investor harus membawa pulang emas dalam bentuk batangan.
Pegadaian memiliki peran penting dalam ekosistem ini sebagai penyedia aset dasar ETF Emas. Emas fisik yang menjadi dasar produk tersebut berada dalam pengelolaan dan penyimpanan Pegadaian.
Kehadiran ETF Emas juga membuat emas tidak lagi hanya dipandang sebagai barang yang dibeli lalu disimpan. Aset tersebut kini bisa menjadi bagian dari instrumen pasar modal yang dapat diperdagangkan investor.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ETF Emas memiliki peran lebih luas dari sekadar menambah pilihan investasi.
“Emas bukan hanya menambah pilihan investasi, tetapi juga meningkatkan likuiditas,” ujar Airlangga dalam peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia dan Peluncuran ETF Emas di di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Menurut Airlangga, ETF Emas juga dapat menghubungkan berbagai bagian dalam industri keuangan. Mulai dari manajer investasi, bank kustodian, bank bullion, dealer emas hingga Bursa Efek Indonesia.
“Dan saya senang karena dengan ETF, maka asuransi bisa investasi emas. Sebelumnya kan asuransi tidak bisa investasi di bullion. Jadi ini salah satu yang akan terus kita dorong,” ujar Airlangga. dikutip dari beberapa sumber,Minggu (16/8//2026)
Dengan hadirnya ETF Emas, investor kini memiliki alternatif baru untuk mendapatkan eksposur terhadap emas. Perbedaannya, emas tersebut tidak perlu disimpan sendiri di rumah atau tempat penyimpanan pribadi.
Pada akhirnya, ETF Emas mempertemukan dua hal yang sebelumnya terasa berbeda, yaitu emas fisik dan pasar modal. Bagi masyarakat, ini menjadi cara baru untuk berinvestasi emas melalui sistem yang sudah dikenal dalam perdagangan efek.













