JAKARTA, Cobisnis.com – Para ilmuwan mulai menguji vaksin yang bertujuan mencegah kanker usus besar sebelum berkembang menjadi tumor.
Vaksin tersebut menargetkan orang dengan risiko tinggi terkena kanker kolorektal. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian adalah pengidap Lynch syndrome.
Lynch syndrome merupakan kelainan genetik yang seseorang warisi dari orang tua. Kondisi ini meningkatkan risiko kanker kolorektal dan beberapa jenis kanker lainnya. Stacy Norton, seorang dokter asal Houston, menjadi salah satu peserta dalam pengujian vaksin tersebut.
Norton kehilangan ibunya akibat kanker usus besar saat berusia tujuh tahun. Beberapa anggota keluarganya juga mengalami tumor agresif pada usia relatif muda. Karena itu, Norton berharap vaksin tersebut dapat membantu melindungi dirinya dan anak-anaknya dari kanker.
Para ahli memperkirakan sekitar satu juta warga Amerika Serikat mengalami Lynch syndrome. Mereka biasanya menjalani kolonoskopi setiap tahun untuk memantau kondisi usus. Pemeriksaan tersebut dapat menemukan sekaligus mengangkat polip yang berpotensi berkembang menjadi kanker.
Namun, para ilmuwan kini mencoba pendekatan yang lebih awal. Mereka mengembangkan vaksin yang melatih sistem kekebalan untuk mengenali tanda awal kanker.
Dengan pendekatan itu, sistem imun diharapkan dapat menyerang sel abnormal sebelum berkembang menjadi tumor. Saat ini, setidaknya tiga kandidat vaksin Lynch syndrome sedang dalam tahap pengembangan.
Dua kandidat sudah memasuki uji klinis awal di Amerika Serikat. Sementara itu, kandidat ketiga mulai menjalani pengembangan klinis di Inggris. Jika penelitian berhasil, vaksin tersebut berpotensi menjadi pendekatan baru untuk mencegah kanker pada kelompok berisiko tinggi.













