JAKARTA, Cobisnis.com – Keiko Fujimori resmi dilantik sebagai Presiden Peru untuk masa jabatan 2026–2031 setelah memenangkan pemilihan presiden putaran kedua yang berlangsung pada Juni 2026. Kemenangan tipisnya menandai babak baru politik Peru sekaligus memperkuat tren menguatnya pemerintahan konservatif di kawasan Amerika Latin.
Pelantikan Keiko berlangsung pada 28 Juli 2026 di ibu kota Lima. Putri mantan Presiden Alberto Fujimori itu menjadi perempuan pertama yang terpilih secara demokratis sebagai Presiden Peru dan tercatat sebagai presiden kesembilan negara tersebut dalam kurun waktu satu dekade.
Dalam pidato perdananya, Keiko menegaskan komitmennya untuk memulihkan stabilitas nasional. Ia menyatakan akan mengedepankan rekonsiliasi, memperkuat keamanan, serta mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan.
Isu keamanan menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan baru. Keiko bahkan mengumumkan langkah tegas untuk memberantas kejahatan terorganisasi, perdagangan narkoba, dan aktivitas pertambangan ilegal dengan melibatkan militer dalam operasi pengamanan.
Di bidang ekonomi, Keiko berjanji mendorong investasi swasta guna mempercepat pertumbuhan ekonomi Peru. Pemerintahannya juga menyiapkan berbagai program pembangunan infrastruktur serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan ekonomi baru.
Sebelum pelantikan, Keiko telah mengumumkan sejumlah nama yang mengisi kabinetnya. Elmer Cuba ditunjuk sebagai Menteri Ekonomi, Carlos Espa sebagai Menteri Luar Negeri, dan Luis Galarreta dipercaya menjabat Perdana Menteri.
Meski demikian, kepemimpinan Keiko diperkirakan tidak akan lepas dari tantangan politik. Polarisasi di parlemen, meningkatnya angka kriminalitas, serta warisan konflik politik dalam beberapa tahun terakhir menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintahan baru.
Dengan resmi menjabat sebagai Presiden Peru, Keiko Fujimori diharapkan mampu membawa stabilitas politik dan mempercepat pemulihan ekonomi negara tersebut. Komunitas internasional pun akan mencermati langkah-langkah awal pemerintahannya dalam menghadapi berbagai tantangan domestik maupun regional.













