JAKARTA, Cobisnis.com – Jepang terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu. Hingga Rabu, jumlah korban tewas dilaporkan meningkat menjadi sedikitnya 13 orang, sementara sejumlah warga lainnya masih dinyatakan hilang.
Gempa yang terjadi pada Selasa itu menyebabkan kerusakan luas pada bangunan, jalan, dan infrastruktur publik di wilayah terdampak. Salah satu lokasi yang mengalami kerusakan paling parah adalah pusat perbelanjaan Aeon Mall yang sebagian bangunannya runtuh setelah diduga terjadi ledakan gas.
Tim penyelamat berhasil mengevakuasi beberapa korban dari bawah reruntuhan, namun proses pencarian masih terus berlangsung. Ribuan personel militer, petugas pemadam kebakaran, dan relawan dikerahkan untuk mencari korban yang diduga masih terjebak di sejumlah lokasi.
Pemerintah Jepang juga mengeluarkan perintah evakuasi bagi sekitar 260.000 warga karena masih adanya ancaman gempa susulan dan potensi longsor. Ribuan orang kini berlindung di pusat-pusat evakuasi yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Selain permukiman, gempa turut mengganggu berbagai layanan publik dan aktivitas industri di Kumamoto. Pasokan listrik sempat terputus di puluhan ribu rumah, sementara layanan kereta cepat, penerbangan, dan operasional sejumlah perusahaan besar dihentikan sementara.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, meminta seluruh instansi terkait memprioritaskan penyelamatan korban dan penyaluran bantuan. Pemerintah juga mengerahkan lebih dari 4.500 personel Pasukan Bela Diri Jepang untuk mempercepat proses evakuasi dan distribusi logistik.
Otoritas meteorologi Jepang mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap gempa susulan yang berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan karena masih berisiko roboh akibat guncangan lanjutan.
Gempa ini menjadi salah satu bencana paling mematikan di Jepang sejak awal 2026 dan kembali mengingatkan tingginya aktivitas seismik di negara tersebut. Operasi pencarian masih terus dilakukan dengan harapan menemukan korban selamat yang masih berada di bawah reruntuhan.













