JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi dan LPG subsidi tidak mengalami kenaikan. Kepastian itu disampaikan setelah dirinya bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah membahas perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah yang masih berlangsung. Meski kondisi global belum stabil, pemerintah memastikan pasokan energi nasional tetap aman.
Bahlil mengatakan stok BBM, minyak mentah, dan LPG nasional masih berada di atas batas minimum yang telah ditetapkan pemerintah. Kondisi tersebut dinilai cukup untuk menjaga kebutuhan energi masyarakat.
Menurutnya, pemerintah terus memantau dampak konflik di Timur Tengah terhadap pasar energi dunia. Fluktuasi harga minyak internasional masih terjadi seiring perkembangan situasi geopolitik.
Meski demikian, pemerintah memastikan tidak ada perubahan harga BBM subsidi maupun LPG subsidi. Kebijakan tersebut tetap berlaku sesuai keputusan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Selain membahas pasokan energi, pemerintah juga menyiapkan pengembangan industri etanol dalam negeri. Langkah ini menjadi bagian dari rencana penerapan campuran bioetanol yang lebih tinggi.
Bahlil menjelaskan kebijakan mandatori E20, yaitu bensin dengan campuran 20 persen etanol, baru akan diterapkan setelah kapasitas produksi etanol nasional dinilai siap memenuhi kebutuhan.
Sebelumnya, harga minyak dunia sempat melonjak hingga mendekati US$100 per barel akibat memanasnya konflik di Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi energi melalui Selat Hormuz.
Namun pada perdagangan 28 Juli 2026, harga minyak kembali melemah. Minyak mentah Brent turun menjadi US$91,89 per barel, sedangkan West Texas Intermediate atau WTI berada di level US$84,64 per barel seiring munculnya harapan meredanya ketegangan.













