JAKARTA, Cobisnis.com – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas, menyampaikan peringatan keras kepada para pelaku korupsi di Indonesia. Ia menegaskan bahwa korupsi merupakan dosa besar yang membawa konsekuensi berat, baik di dunia maupun di akhirat.
Menurut Anwar, korupsi dalam Islam termasuk perbuatan ghulul, yaitu mengambil harta yang bukan menjadi haknya. Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk kezaliman yang merugikan masyarakat sekaligus mengundang murka Allah SWT.
Anwar mengimbau seluruh pelaku korupsi, baik yang telah diproses hukum maupun yang belum terungkap, agar segera bertobat. Ia menilai pertobatan menjadi jalan terbaik sebelum datang penyesalan di kemudian hari.
Dalam keterangannya yang dikutip dari laman resmi MUI, Anwar menjelaskan bahwa Alquran telah memberikan peringatan tegas terhadap orang orang zalim. Salah satunya melalui Surah Al Kahf ayat 29 yang menggambarkan dahsyatnya azab neraka bagi pelaku kezaliman.
Ia juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan bahwa pelaku korupsi akan memikul sendiri harta yang diselewengkannya pada hari kiamat. Setelah itu, mereka akan menerima balasan sesuai perbuatannya.
Anwar turut mengingatkan hadis riwayat Imam Muslim mengenai siksa paling ringan di neraka. Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa penghuni neraka akan dikenakan sandal dari api yang panasnya mampu membuat otaknya mendidih.
Selain itu, ia menegaskan bahwa harta yang diperoleh melalui cara haram tidak akan membawa keberkahan. Hak kepemilikan atas harta tersebut gugur karena diperoleh dengan cara yang bertentangan dengan syariat.
Anwar juga mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim tentang larangan menyembunyikan harta publik, sekecil apa pun nilainya. Menurutnya, setiap bentuk pengkhianatan terhadap amanah akan dimintai pertanggungjawaban pada hari kiamat.
Ia menegaskan bahwa satu satunya jalan agar terhindar dari ancaman tersebut adalah bertobat dengan sungguh sungguh. Pertobatan harus disertai pengembalian seluruh harta hasil korupsi kepada pihak yang berhak serta komitmen untuk tidak mengulanginya.
Pernyataan Anwar disampaikan bertepatan dengan pelaksanaan Kongres Umat Islam Indonesia VIII yang digelar MUI di Jakarta. Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis dibahas, termasuk pemberantasan korupsi, persoalan pertambangan, hingga fenomena LGBTQ.













