JAKARTA, Cobisnis.com – Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada mandi air panas sehabis pulang bekerja ataupun setelah seharian penuh berada di luar rumah. Meskipun terasa nyaman dan membuat tubuh rileks, mandi air panas justru lebih banyak menimbulkan kerusakan daripada manfaat bagi kulit, lho!
Melansir nine, Senin (20/07/2026) bahkan, mandi selama 10 hingga 15 menit pun dianggap terlalu lama. Oleh karena itu, para kesehatan ahli kulit merekomendasikan mandi yang jauh lebih singkat untuk mencegah kulit kering dan iritasi.
Menurut Dr. Emily Forward dan Dr. Victoria Harris mengatakan mandi sebaiknya singkat dan menggunakan air hangat kuku.
“Biasanya saya menyarankan kurang dari lima menit. Itu cukup waktu untuk membersihkan secara efektif dan tanpa merusak lapisan kulit terluar, stratum corneum yang berfungsi menjaga kelembapan dan mencegah iritan masuk,” kata Dr. Forward.
Lebih lanjut, jika mandi lebih dari 10 hingga 15 menit, itu sudah termasuk zona bahaya yang dapat merusak lapisan pelindung kulit. Terutama jika kamu mandi air panas.
“Semakin lama kulit terendam air, semakin membengkak, dan semakin banyak lipid serta faktor pelembap alami yang terbuang. Saat itulah kulit mulai kering, terasa lebih kencang atau seperti tertarik, atau gatal dalam satu atau dua jam setelah mandi,” tambahnya.
Dr. Harris membagikan cara mudah untuk mengetahui apakah kamu sudah terlalu lama mandi.
“Saya sebenarnya menyarankan pasien eksim parah saya untuk membatasi waktu mandi antara dua hingga lima menit. Saya juga mengatakan, jika cermin berembun semua saat setelah selesai mandi, kemungkinan kamu mandi terlalu lama dan dengan air terlalu panas.”
“Air adalah iritan paling umum bagi kulit. Mandi air panas yang lama akan mengganggu lapisan luar kulit dan dapat memperburuk dermatitis. Jadi, meskipun mandi air panas terasa menyenangkan, terutama saat hujan atau dingin, kulit kamu akan kering dan iritasi,” sambungnya.
Mengenai suhu air, Dr. Forward menyarankan untuk mandi menggunakan air hangat yang nyaman.
“Suhu ini membersihkan secara efektif tanpa melarutkan lipid yang menjaga lapisan pelindung kulit tetap utuh,” jelasnya.
Dr. Forward menambahkan, air yang terlalu panas membuka dan mengganggu lapisan lipid pada penghalang kulit. Jadi, air yang terlalu panas dapat menyebabkan masalah tersendiri pada sirkulasi dan kenyamanan. Mandi dengan suhu yang tepat adalah salah satu faktor paling sederhana dan mudah dikendalikan dalam mencegah kulit kering dan iritasi,” tukasnya.













