JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah terus mematangkan penerapan mandatori biodiesel B50 sebagai bagian dari upaya meningkatkan penggunaan energi terbarukan. Kebijakan ini juga mulai menjadi perhatian para produsen otomotif yang masih mengandalkan mesin diesel.
Ford RMA Indonesia menjadi salah satu pabrikan yang mengikuti perkembangan tersebut. Sebagian besar lini produknya di Indonesia, termasuk Ranger Wildtrak V6, Ranger Platinum V6, dan Everest Platinum V6, masih menggunakan mesin diesel.
Direktur Regional RMA Indonesia, Roelof Lamberts, mengatakan pengujian penggunaan biodiesel B50 hingga kini masih berlangsung. Karena itu, Ford belum bisa memastikan kesiapan seluruh produknya menggunakan bahan bakar tersebut.
Menurut Roelof, mayoritas produsen kemungkinan perlu melakukan sejumlah penyesuaian pada kendaraan agar tetap dapat beroperasi optimal dengan B50. Penyesuaian itu dilakukan setelah hasil pengujian benar benar selesai.
Ia menjelaskan kandungan biodiesel yang lebih tinggi memiliki karakteristik berbeda dibandingkan B35 yang saat ini digunakan. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan lebih besar pada sejumlah komponen mesin.
Roelof menilai secara teknis penggunaan B50 memungkinkan dilakukan. Namun, seluruh proses pengujian harus dilakukan secara menyeluruh agar kendaraan tetap aman dan andal digunakan dalam jangka panjang.
Pada mesin diesel V6 3.0 liter milik Ford, tutup tangki saat ini masih mencantumkan rekomendasi penggunaan solar hingga B20. Hal itu menunjukkan perlunya evaluasi lebih lanjut sebelum beralih ke kadar biodiesel yang lebih tinggi.
Sejumlah komponen yang diperkirakan membutuhkan penyesuaian meliputi material yang bersentuhan langsung dengan bahan bakar, sistem injeksi, hingga kalibrasi mesin. Langkah tersebut bertujuan menjaga performa, efisiensi, dan daya tahan kendaraan.
Ford menegaskan akan mengikuti hasil pengujian dan regulasi yang ditetapkan pemerintah. Perusahaan juga memastikan akan menyesuaikan produknya apabila mandatori B50 resmi diterapkan secara luas.













