JAKARTA, Cobisnis.com – Amerika Serikat tengah menghadapi lonjakan kasus siklosporiasis, infeksi usus yang disebabkan oleh parasit Cyclospora dan memicu diare berair. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat peningkatan kasus yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sejak 1 Mei 2026, CDC telah mengonfirmasi 1.645 kasus di 34 negara bagian. Selain itu, lebih dari 5.100 kasus lainnya masih dalam proses penyelidikan sehingga total dugaan infeksi telah melampaui 7.000 kasus.
Aktivitas parasit Cyclospora memang biasanya meningkat selama musim semi dan musim panas di Amerika Serikat. Namun, lonjakan tahun ini dinilai tidak biasa karena jumlah kasus mencapai sekitar 27 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Ini jauh, jauh lebih tinggi daripada yang kita lihat tahun lalu atau tahun sebelumnya,” kata Wakil Direktur Divisi Penyakit Bawaan Makanan, Air, dan Lingkungan CDC, Dr. Gwen Biggerstaff. Pernyataan tersebut menunjukkan besarnya perhatian otoritas kesehatan terhadap wabah yang sedang berlangsung.
Gejala siklosporiasis meliputi diare berair, kram perut, mual, muntah, kelelahan, hingga hilang nafsu makan. Sekitar satu dari 11 pasien yang terinfeksi dilaporkan harus menjalani perawatan di rumah sakit, meski belum ada laporan kematian.
Parasit ini umumnya menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi, terutama buah dan sayuran segar yang dikonsumsi mentah. Hingga kini, penyelidik masih berupaya mengidentifikasi sumber penularan yang menyebabkan lonjakan kasus di berbagai wilayah.
CDC bekerja sama dengan Food and Drug Administration (FDA) serta otoritas kesehatan setempat untuk menyelidiki sejumlah klaster kasus. Seluruh pasien diketahui terinfeksi di dalam Amerika Serikat dan tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri sebelum jatuh sakit.
Masyarakat diimbau mencuci bersih buah dan sayuran sebelum dikonsumsi serta menjaga kebersihan tangan untuk mengurangi risiko infeksi. Orang yang mengalami gejala diare berkepanjangan juga disarankan segera memeriksakan diri agar mendapat penanganan yang tepat.













