JAKARTA,Cobisnis.com Sering kali kita mengabaikan tumit yang pecah-pecah atau kering. Padahal, itu bisa jadi tanda kalau kamu kekurangan nutrisi, lho!
Dijelaskan oleh Dokter chiropractic Dr. Jaban Moore baru-baru ini menyatakan bahwa tumit yang kering atau pecah-pecah mungkin menunjukkan kekurangan nutrisi.
“Tumit yang pecah-pecah dan kering yang tidak kunjung melunak berarti kekurangan seng dan lemak sehat yang dibutuhkan kulit Anda untuk memperbaiki dirinya sendiri,” katanya seperti dilansir dari laman indianexpress, Kamis (16/07/2026).
“Kaki biasanya adalah tempat pertama kekurangan nutrisi muncul, karena letaknya di ujung sistem peredaran darah paling terakhir menerima oksigen dan nutrisi. Itulah mengapa kaki sering menandakan masalah meskipun hasil pemeriksaan darah masih normal,” tambahnya.
Penjelasan tersebut telah mendorong banyak orang untuk bertanya-tanya apakah tumit pecah-pecah benar-benar menunjukkan kekurangan seng, atau adakah penjelasan yang lebih umum?
Selanjutnya dijelaskan oleh Dr. Himika Chawla Konsultan Senior, Endokrinologi dan Diabetologi di Rumah Sakit di India menjelaskan tidak ada bukti ilmiah yang kuat bahwa tumit pecah-pecah yang terus-menerus merupakan indikator kekurangan seng atau sekadar kekurangan lemak sehat.
Dia menjelaskan meskipun kekurangan seng dan kekurangan asam lemak esensial dapat menyebabkan kulit kering dan kasar, hal tersebut kemungkinan besar bukanlah penyebab utama tumit pecah-pecah.
“Bagi orang yang kekurangan nutrisi biasanya disertai dengan beberapa gejala lain, bukan hanya tumit yang pecah ataupun kering,” bebernya.
Sebaliknya, Dr. Chawla mengatakan tumit pecah-pecah jauh lebih sering dikaitkan dengan faktor kegiatan sehari-hari.
“Berdiri terlalu lama, obesitas, berjalan tanpa alas kaki, penuaan, kelembapan rendah, sering terpapar air panas atau sabun yang keras dan kondisi kulit seperti eksim, psoriasis atau infeksi jamur adalah penyebab yang jauh lebih umum,” katanya.
Selain itu, dia juga mengungkapkan penyebab lainnya yaitu adanya kondisi medis tertentu, termasuk diabetes dan hipotiroidisme yang dapat meningkatkan risiko terjadinya tumit yang pecah dan kering.
“Meskipun nutrisi tentu berkontribusi pada kesehatan kulit secara keseluruhan itu hanyalah satu bagian dari gambaran yang jauh lebih besar,” ujarnya.
Lantas, kapan tumit pecah-pecah perlu diperiksakan ke dokter?
Dr. Chawla menyarankan jika tumit pecah-pecah tidak membaik setelah beberapa minggu walau sudah menggunakan pelembap secara teratur dan merawat kaki dengan benar. Selain itu, jika terdapat nyeri, mulai berdarah itu sangat penting untuk mencari pertolongan medis.
Ia mengimbau untuk segera mencari perawatan medis jika terdapat tanda-tanda infeksi, termasuk kemerahan, pembengkakan, bernanah, atau nyeri yang semakin parah.
“Orang dengan diabetes, gangguan peredaran darah, kerusakan saraf, atau kekebalan tubuh yang lemah harus segera mencari pertolongan medis karena bahkan tumit yang kering dan pecah dapat menyebabkan komplikasi serius pada kaki,” tutur Dr. Chawla.













