JAKARTA, Cobisnis.com – Anjuran minum delapan gelas air putih setiap hari selama ini kerap dianggap sebagai aturan baku. Padahal, para ahli gizi menegaskan kebutuhan cairan setiap orang berbeda sehingga tidak bisa disamaratakan.
Kebutuhan cairan dipengaruhi banyak faktor, mulai dari usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, hingga lingkungan tempat tinggal. Karena itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi jauh lebih penting daripada terpaku pada jumlah gelas yang diminum setiap hari.
Rekomendasi U.S. National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine menyebut perempuan dewasa membutuhkan sekitar 2,7 liter cairan per hari, sedangkan laki-laki sekitar 3,7 liter. Jumlah tersebut mencakup seluruh asupan cairan, termasuk dari air putih, minuman lain, serta buah dan sayuran yang mengandung banyak air.
Ahli gizi Melissa Jaeger mengatakan tubuh sebenarnya memiliki cara sederhana untuk memberi tahu saat membutuhkan cairan. Rasa haus dan warna urine dapat menjadi petunjuk, di mana urine berwarna kuning pucat umumnya menandakan tubuh terhidrasi dengan baik.
Orang yang rutin berolahraga, bekerja di luar ruangan, atau tinggal di daerah beriklim panas biasanya memerlukan asupan cairan lebih banyak. Sebaliknya, kebutuhan air pada setiap orang bisa berubah sesuai aktivitas dan kondisi tubuh dari hari ke hari.
Menjaga kecukupan cairan penting karena air berperan dalam mengatur suhu tubuh, membantu pencernaan, mengangkut nutrisi, menjaga fungsi otak, hingga melumasi sendi. Jika tubuh kekurangan cairan, berbagai keluhan seperti mudah lelah, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, hingga dehidrasi dapat muncul.
Para ahli menyarankan masyarakat minum secara bertahap sepanjang hari dan menambah asupan cairan saat cuaca panas atau setelah berolahraga. Namun, konsumsi air secara berlebihan dalam waktu singkat juga tidak dianjurkan karena berisiko menyebabkan hiponatremia, meski kondisi tersebut tergolong jarang terjadi pada orang sehat.













