JAKARTA, Cobisnis.com – Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir memicu perdebatan setelah sejumlah keputusan wasit menjadi sorotan. Salah satu momen yang paling kontroversial adalah dianulirnya gol kedua Mesir yang dicetak Mustafa Zico usai tinjauan Video Assistant Referee (VAR).
Mesir sebenarnya sempat memimpin lebih dulu melalui gol Yasser Ibrahim pada menit ke-15. Kemudian, pada menit ke-60, Mustafa Zico kembali membobol gawang Argentina. Namun, wasit François Létexier membatalkan gol tersebut setelah VAR mendeteksi adanya pelanggaran Marwan Attia terhadap Lisandro Martínez dalam proses terciptanya gol.
Pakar wasit asal Spanyol, Eitoralde González, menilai keputusan itu masih dapat dibenarkan. Menurutnya, pelanggaran tersebut memang bisa diputuskan langsung oleh wasit di lapangan, sehingga intervensi VAR tidak mengejutkan.
Ia juga menyoroti kecenderungan penggunaan VAR di Piala Dunia 2026 yang dinilainya jauh lebih aktif dibanding turnamen sebelumnya, terutama pada fase gugur.
Kontroversi berlanjut saat Mesir meminta hadiah penalti setelah Mohamed Salah terjatuh di kotak terlarang pada masa injury time. González menegaskan tidak ada pelanggaran yang layak diganjar penalti karena tidak terlihat adanya injakan terhadap Salah.
Selain itu, protes Mesir terkait dugaan tarikan Alexis Mac Allister terhadap Hamdi Fathi juga dinilai tidak memenuhi syarat untuk intervensi VAR. Menurut González, kontak yang terjadi tidak memengaruhi jalannya permainan karena bola berada di area lain.
Laga tersebut akhirnya dimenangkan Argentina dengan skor 3-2 setelah bangkit dari ketertinggalan melalui gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernández, sekaligus memastikan langkah mereka ke perempat final Piala Dunia 2026.













