JAKARTA, Cobisnis.com – Kegagalan Korea Selatan melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 memicu gelombang kekecewaan di dalam negeri. Pelatih Hong Myung bo menjadi sasaran utama kemarahan publik, bahkan sejumlah restoran dan tempat usaha menolak melayaninya sebagai bentuk protes simbolis.
Gelombang protes muncul setelah Korea Selatan kalah 1 0 dari Afrika Selatan pada laga terakhir fase grup. Hasil tersebut membuat Taeguk Warriors gagal melanjutkan langkah ke babak 32 besar.
Di Provinsi Gyeonggi, sebuah restoran memasang papan bertuliskan “No Entry” khusus untuk Hong Myung bo. Aksi itu kemudian viral dan diikuti sejumlah tempat lain, mulai dari kafe, minimarket, hingga bus mini yang memasang tulisan “Hong Myung bo No Entry” dan “Service Refusal”.
Di Distrik Mapo, Seoul, pemilik sebuah kafe mengunggah papan larangan masuk bagi Hong Myung bo melalui media sosial. Ia mengaku papan tersebut dibuat sebagai bentuk kekecewaan sekaligus guyonan. Di media sosial, meme dan unggahan satir tentang sang pelatih juga ramai bermunculan.
Korea Selatan mengakhiri fase grup di peringkat ke 10 dari 12 tim peringkat ketiga. Hasil itu membuat mereka gagal masuk ke babak 32 besar yang diisi para juara grup, runner up, dan delapan tim peringkat ketiga terbaik.
Kegagalan tersebut menjadi yang pertama sejak Piala Dunia 2018 di Rusia, saat Korea Selatan juga tersingkir di fase grup. Tekanan terhadap Hong Myung bo pun semakin besar hingga ia resmi mengundurkan diri sebagai pelatih kepala Timnas Korea Selatan pada 28 Juni 2026, sehari setelah tim dipastikan tersingkir.
Di berbagai forum daring, banyak suporter menyebut Hong Myung bo sebagai salah satu pelatih terburuk dalam sejarah sepak bola Korea Selatan. Sejumlah warganet juga menilai kegagalan itu dipicu proses penunjukan pelatih yang dianggap tidak memiliki visi yang jelas.













