JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Singapura memperkuat kemampuan pertahanan udaranya melalui pembelian rudal udara-ke-udara AIM-120C-8 Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile (AMRAAM) dari Amerika Serikat. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapan operasional Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF).
Paket pengadaan tersebut mencakup 54 rudal AIM-120C-8, dua unit guidance section, suku cadang, kontainer rudal, peralatan pendukung, pelatihan, serta dukungan teknis dan logistik. Nilai keseluruhan paket diperkirakan mencapai sekitar US$133 juta atau sekitar Rp4 triliun.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menyetujui potensi penjualan tersebut melalui skema Foreign Military Sales (FMS). Selanjutnya, Defense Security Cooperation Agency (DSCA) menyampaikan pemberitahuan resmi kepada Kongres AS terkait rencana transaksi tersebut.
Menurut pemerintah AS, penjualan ini bertujuan mendukung kebijakan luar negeri dan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat. Selain itu, langkah tersebut juga dinilai akan memperkuat kemampuan Singapura sebagai mitra strategis yang berperan menjaga stabilitas kawasan Asia.
Rudal AIM-120C-8 merupakan varian ekspor dari AIM-120D yang dikembangkan oleh RTX Corporation. Sistem persenjataan ini memiliki kemampuan serangan di luar jangkauan pandang (beyond visual range/BVR) dan dirancang untuk meningkatkan efektivitas tempur pesawat tempur modern.
Rudal tersebut diperkirakan akan digunakan oleh armada F-15SG yang saat ini dioperasikan RSAF, sekaligus mendukung pesawat tempur F-35 yang akan diterima Singapura dalam beberapa tahun mendatang. Modernisasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga interoperabilitas dengan militer Amerika Serikat dan negara mitra lainnya.
Pemerintah AS menilai Singapura tidak akan mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan sistem persenjataan baru tersebut ke dalam kekuatan militernya. Washington juga menyebut transaksi ini tidak akan mengubah keseimbangan militer secara mendasar di kawasan Indo-Pasifik.
Pengadaan rudal terbaru ini mencerminkan komitmen Singapura untuk terus memperbarui kemampuan pertahanannya di tengah dinamika keamanan regional. Modernisasi alutsista tersebut juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang negara itu dalam menjaga kesiapan menghadapi berbagai tantangan keamanan di masa depan.













