JAKARTA, Cobisnis.com – Gedung pencakar langit CITIC Tower di Beijing menjadi sorotan setelah ditabrak sebuah pesawat kecil pada Jumat, 26 Juni 2026. Bangunan tersebut bukan gedung biasa karena merupakan gedung tertinggi di Beijing dan salah satu yang tertinggi di dunia.
Berdasarkan data Skyscraper Center, CITIC Tower menempati peringkat ke 10 sebagai gedung pencakar langit tertinggi di dunia. Sementara di China, bangunan ini berada di posisi kelima.
CITIC Tower memiliki tinggi mencapai 528 meter. Ketinggian tersebut menjadikannya ikon langit Beijing sekaligus landmark utama di kawasan pusat bisnis ibu kota China.
Gedung ini dirancang oleh firma arsitektur ternama Kohn Pedersen Fox Associates atau KPF. Perusahaan tersebut dikenal sebagai perancang berbagai gedung super tinggi di sejumlah negara.
Salah satu daya tarik utama CITIC Tower adalah desainnya yang menyerupai vas bunga raksasa. Bagian bawah bangunan memiliki lebar 78 meter, menyempit menjadi 54 meter di bagian tengah, lalu kembali melebar hingga 69 meter di bagian atas.
Bentuk tersebut bukan sekadar estetika. Desainnya disesuaikan dengan kondisi zona seismik di China sehingga mampu memberikan stabilitas yang lebih baik terhadap struktur bangunan.
CITIC Tower juga mengusung denah berbentuk persegi dengan sudut membulat. Area lobi dilengkapi kanopi besar yang memberikan kesan megah, sementara fasad bangunan menggunakan elemen interior melengkung untuk memperkuat karakter arsitekturnya.
Lokasinya berada di kawasan Central Business District atau CBD Beijing yang menjadi pusat aktivitas bisnis. Gedung ini terhubung langsung dengan jaringan transportasi bawah tanah, termasuk lorong pejalan kaki, jalan bawah tanah, dan tiga stasiun kereta bawah tanah.
CITIC Group membangun menara ini sebagai ikon kawasan bisnis modern Beijing. Bangunan tersebut dirancang agar tetap selaras dengan karakter ibu kota bersejarah China, namun menghadirkan sentuhan arsitektur kontemporer.
Saat ini CITIC Tower digunakan sebagai kantor pusat CITIC Group dan CITIC Bank. Perusahaan tersebut bergerak di berbagai sektor, mulai dari layanan keuangan, manufaktur, material, konsumsi, hingga pengembangan kawasan perkotaan.













