JAKARTA, Cobisnis.com – Ramai di media sosial unggahan yang mengaitkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan pidato Presiden Prabowo Subianto. Narasi tersebut menyebut IHSG kerap melemah setiap kali kepala negara menyampaikan pidato terkait kondisi ekonomi.
Menanggapi isu itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, memilih tidak memberikan komentar secara khusus. Namun, ia mengingatkan agar investor tetap bersikap rasional dalam mengambil keputusan investasi.
Hasan mengatakan kondisi pasar modal dipengaruhi banyak faktor sehingga keputusan investasi tidak seharusnya hanya didasarkan pada sentimen yang belum tentu memiliki dasar kuat. Menurutnya, pergerakan harga saham dan IHSG juga sangat dipengaruhi kondisi pasar yang dinamis dan penuh volatilitas.
Ia menegaskan koreksi yang terjadi di pasar tidak selalu mencerminkan kondisi fundamental perusahaan. Setiap saham mewakili aktivitas bisnis sebuah emiten sehingga investor perlu memahami kinerja operasional serta prospek usahanya sebelum berinvestasi.
Hasan juga mengingatkan pentingnya memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan. Laporan keuangan yang dipublikasikan secara berkala dapat menjadi acuan untuk menilai kondisi dan prospek bisnis emiten secara lebih objektif.
Belakangan ini, sejumlah unggahan di media sosial mengaitkan jadwal pidato Presiden Prabowo dengan pergerakan IHSG. Bahkan, ada warganet yang menyarankan investor mencermati agenda pidato presiden sebagai indikator dalam membaca arah pasar.
Meski narasi tersebut memicu beragam tanggapan di media sosial, OJK kembali menegaskan bahwa keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada analisis yang rasional dan data yang valid. Fundamental perusahaan tetap menjadi faktor utama dalam menilai nilai serta prospek sebuah saham.













