JAKARTA, Cobisnis.com – Perubahan perilaku konsumen di era kecerdasan buatan membuat brand dituntut menjadi lebih ramah terhadap AI. Hal itu disampaikan COO MCorp, Iwan Setiawan, dalam ajang Marketeers Tech for Business 2026 di Jakarta.
Menurut Iwan, generative AI kini mulai menjadi pintu utama konsumen dalam mencari informasi, produk, hingga rekomendasi. Kondisi tersebut mengubah pola pemasaran digital yang selama ini bertumpu pada mesin pencari dan media sosial.
Ia menjelaskan bahwa era Search mendominasi tahun 2000-an dan era Social berkembang pada 2010-an. Kini generative AI mulai mengambil peran dalam proses pencarian dan pengambilan keputusan konsumen.
Iwan mengatakan strategi pemasaran digital perlu bergerak dari SEO dan SMO menuju GEO atau Generative Engine Optimization. Tujuannya agar brand lebih mudah ditemukan dan direkomendasikan oleh AI.
Menurutnya, brand masa kini harus memenuhi tiga syarat utama. Brand harus mudah ditemukan, mudah dipercaya, dan mudah dipahami oleh sistem AI.
Ia menyebut konsep tersebut sebagai Available, Authoritative, dan Articulate. Ketiga faktor itu dinilai akan menjadi keunggulan kompetitif baru di era pemasaran berbasis AI.
Sementara itu, VP Shared Services Human Capital Pertamina, Puput Widha Ardhana, menilai tantangan terbesar AI justru bukan pada teknologinya. Tantangan utama berada pada kesiapan manusia dalam menghadapi perubahan.
Puput menyebut terdapat empat tantangan besar yang harus dihadapi perusahaan. Mulai dari kesenjangan literasi AI, resistensi perubahan, ketidaksesuaian kompetensi, hingga kesiapan kepemimpinan.
Menurutnya, perusahaan harus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi. Ia menegaskan bahwa teknologi hanya akan berjalan optimal jika didukung oleh manusia yang siap.
Marketeers Tech for Business 2026 sendiri dihadiri lebih dari 650 peserta dari berbagai industri. Acara ini menghadirkan puluhan pembicara dari sektor teknologi, pemasaran, perbankan, otomotif, hingga perusahaan konsumen.
Selain konferensi, Marketeers juga menggelar penghargaan OMNI Brands of the Year 2026. Penghargaan tersebut diberikan kepada brand yang dinilai berhasil menjalankan strategi omnichannel dan transformasi digital.













