JAKARTA, Cobisnis.com – Piala Dunia 2026 menghadirkan sejumlah aturan baru yang mengubah jalannya pertandingan. Salah satu aturan yang paling menyita perhatian berkaitan dengan tindakan menutup mulut saat berdebat dengan lawan.
Aturan itu menjadi sorotan setelah Miguel Almiron dari Paraguay menerima kartu merah saat melawan Turki. Almiron tidak melakukan pelanggaran fisik maupun terlibat perkelahian.
Namun, wasit mengusirnya karena berbicara kepada pemain lawan sambil menutupi mulutnya. FIFA menerapkan aturan tersebut untuk meningkatkan transparansi di lapangan.
Selain itu, aturan baru itu bertujuan mencegah pemain menyembunyikan ucapan yang berpotensi melanggar aturan. Kebijakan tersebut muncul setelah kontroversi dalam pertandingan Liga Champions pada Februari lalu.
Saat itu, dugaan penghinaan rasial sulit dibuktikan karena salah satu pemain menutupi mulutnya ketika berbicara. Karena itu, FIFA kini memberi hukuman tegas terhadap tindakan serupa dalam situasi konfrontatif.
Sementara itu, Piala Dunia 2026 juga menghadirkan aturan lain untuk mengurangi pemborosan waktu. Pemain kini hanya memiliki waktu lima detik saat melakukan lemparan ke dalam dan tendangan gawang.
Jika batas waktu terlewati saat lemparan ke dalam, penguasaan bola akan berpindah ke lawan. Selain itu, lawan akan mendapat tendangan sudut jika pemain terlalu lama mengambil tendangan gawang.
Di sisi lain, teknologi VAR memperoleh kewenangan yang lebih luas. VAR kini dapat mengoreksi keputusan tendangan sudut yang diberikan secara keliru oleh wasit. Melalui perubahan tersebut, FIFA berharap pertandingan berjalan lebih adil, transparan, dan efisien sepanjang turnamen.













