JAKARTA, Cobisnis.com — Tim nasional Jepang dikenal sebagai salah satu peserta paling tertib di ajang Piala Dunia. Selain permainan di lapangan, perhatian publik juga tertuju pada kebiasaan pemain dan suporter Jepang yang selalu menjaga kebersihan.
Kebiasaan itu ternyata berakar dari budaya yang diajarkan sejak usia dini di sekolah. Nozomi Morgan, pakar kepemimpinan lintas budaya, mengingat pengalamannya saat pindah dari Seattle ke Tokyo ketika berusia delapan tahun.
Ia terkejut karena setiap siswa harus mengganti sepatu luar dengan sepatu khusus di dalam sekolah. Selain itu, para siswa juga bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan belajar.
Morgan mengatakan setiap anak membawa kain lap sendiri yang digunakan untuk membersihkan kelas. Setelah pelajaran selesai, siswa memindahkan meja dan kursi. Setelah itu, mereka menyapu dan mengepel lantai bersama-sama.
Menurut Morgan, kegiatan tersebut terasa seperti permainan. Karena itu, anak-anak menjalankannya sebagai bagian dari rutinitas, bukan sebagai beban. Selama sekolah dasar hingga menengah, para siswa juga membersihkan tangga, halaman, dan kamar mandi.
Ia mengatakan masyarakat Jepang mengenal pepatah, “Burung yang terbang tidak meninggalkan jejak.” Pepatah itu mencerminkan nilai untuk meninggalkan tempat dalam kondisi bersih setelah digunakan.
Sejak 2008, Tsunoda rutin menghadiri Olimpiade dan Piala Dunia. Selain mendukung tim Jepang, ia juga membantu membersihkan area stadion setelah pertandingan. Menurutnya, stadion bukan tempat untuk berbuat sesuka hati hanya karena sudah membeli tiket.
Ia menilai stadion sebagai tempat yang istimewa bagi para penggemar olahraga. Karena itu, ia merasa perlu menjaga kebersihannya. Tsunoda juga menanggapi kritik yang menyebut aksi suporter Jepang hanya untuk mencari perhatian.
Menurutnya, pengalaman membersihkan sampah orang lain justru membuat seseorang lebih menghargai kebersihan. Di sisi lain, kebiasaan tersebut juga terlihat pada tim nasional Jepang.
Pada Piala Dunia 2018 dan 2022, para pemain meninggalkan ruang ganti dalam kondisi bersih setelah pertandingan. Selain itu, mereka hanya meninggalkan catatan ucapan terima kasih dan beberapa origami sebagai tanda penghargaan kepada tuan rumah.













