JAKARTA, Cobisnis.com – NASA memerintahkan lima astronaut berlindung di dalam kapsul SpaceX Dragon yang terhubung dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Perintah itu muncul saat badan antariksa Rusia, Roscosmos, berupaya menangani kebocoran udara di segmen ISS yang dikelola Rusia.
NASA menilai rencana perbaikan tersebut berpotensi menimbulkan risiko tambahan pada struktur stasiun. Karena itu, badan antariksa Amerika Serikat tersebut meminta para astronaut bersiap menghadapi kemungkinan evakuasi darurat.
Astronaut yang berlindung meliputi Jessica Meir, Jack Hathaway, Sophie Adenot, Andrey Fedyaev, dan Chris Williams. Namun, Roscosmos akhirnya menunda langkah perbaikan yang direncanakan.
Setelah itu, NASA mencabut perintah berlindung karena badan antariksa Rusia memilih mengumpulkan data tambahan. NASA juga menyatakan dukungan terhadap keputusan Roscosmos untuk menunda proses tersebut.
Masalah kebocoran di ISS sebenarnya bukan persoalan baru. Retakan dan kebocoran pada modul Rusia diketahui telah menjadi perhatian sejak 2019. Tim teknis berhasil menutup satu titik kebocoran dengan cepat. Namun, mereka masih menyelidiki area lain yang diduga menjadi sumber masalah.
Karena kebocoran tersebut, sebagian modul Rusia selama beberapa tahun terakhir tetap terisolasi dari bagian ISS lainnya. Pada 2024, kebocoran itu sempat memicu perbedaan pandangan antara NASA dan Roscosmos.
Para teknisi kesulitan menemukan retakan karena ukurannya sangat kecil dan tidak terlihat dengan mata telanjang. Menurut NASA, laju kebocoran terbaru kembali meningkat hingga sekitar dua pon udara per hari.
Karena itu, Roscosmos kembali melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap modul yang terdampak. Di sisi lain, insiden ini menambah tekanan terhadap rencana masa depan ISS.
Karena itu, NASA tengah menyiapkan transisi menuju stasiun luar angkasa komersial sebagai pengganti ISS di masa depan.













