• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, August 5, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Pakar Desak RUU Polri 2026 Perketat Diskresi dan Pengawasan Kewenangan Polisi

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
June 2, 2026
in Nasional
0
Pakar Desak RUU Polri 2026 Perketat Diskresi dan Pengawasan Kewenangan Polisi

JAKARTA, Cobisnis.com — Pakar hukum pidana Universitas Airlangga, Maradona, meminta DPR tidak hanya fokus memperkuat kewenangan kepolisian dalam revisi UU Polri.

Menurutnya, DPR juga perlu memperjelas batas penggunaan diskresi dan memperkuat sistem pengawasan.

Maradona menyampaikan pandangan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI, Selasa (2/6/2026).

Ia menilai polisi memiliki kewenangan besar dalam penegakan hukum. Karena itu, penggunaan diskresi harus memiliki parameter yang jelas.

“Revisi UU Kepolisian harus memperkuat batas kewenangan. Selain itu, penggunaan diskresi harus memiliki mekanisme kontrol dan perlindungan HAM,” ujarnya.

Maradona menjelaskan banyak anggota kepolisian bekerja di lapangan dengan pengawasan terbatas. Karena itu, diskresi yang terlalu luas berisiko memicu penyalahgunaan kewenangan.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat melahirkan berbagai dampak negatif. Salah satunya adalah normalisasi kekerasan dalam penyelesaian masalah.

Selain itu, diskresi dapat berubah menjadi tindakan sewenang-wenang. Sementara itu, kecurigaan berlebihan berpotensi memicu pelabelan sosial.

Ia juga mengingatkan bahwa kewenangan besar tanpa kontrol yang memadai dapat melemahkan due process dan menurunkan kepercayaan publik.

Di sisi lain, Maradona menilai revisi UU Polri harus menyeimbangkan penguatan institusi dengan peningkatan akuntabilitas.

Menurutnya, tantangan terbesar berada pada praktik diskresi yang dilakukan anggota kepolisian di lapangan.

Dalam menjalankan tugas, polisi tidak hanya mengacu pada aturan formal. Namun, mereka juga mengambil keputusan berdasarkan situasi yang dihadapi.

Karena itu, keputusan tersebut harus tetap berada dalam koridor hukum dan pengawasan yang jelas.

Maradona meminta DPR memasukkan mekanisme kontrol yang tegas terhadap penggunaan diskresi maupun kewenangan prosedural dalam penegakan hukum.

Selain membahas kewenangan, revisi UU Polri juga dinilai penting setelah pembaruan sistem hukum pidana nasional.

Saat ini, Indonesia telah memiliki KUHP dan KUHAP baru yang menekankan pendekatan humanis serta restorative justice.

Karena itu, aturan mengenai diskresi perlu menyesuaikan arah reformasi hukum tersebut.

Sementara itu, Komisi III DPR RI telah membentuk panitia kerja untuk membahas revisi UU Polri.

Sebelumnya, DPR menetapkan revisi UU Polri sebagai usul inisiatif dalam rapat paripurna pada 20 Mei 2026.

Pembahasan tersebut menindaklanjuti rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu rekomendasi utama komisi itu adalah memperbarui UU Polri untuk mendukung reformasi kelembagaan kepolisian.

Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
udemy course download free
download redmi firmware
Free Download WordPress Themes
udemy course download free
Tags: cobisnis.comDiskresi PolisiDPR RIhukum pidanaKomisi III DPRKUHPPengawasan PolriReformasi Polrirestorative justiceRevisi UU PolriRUU Polri

Related Posts

MUI Minta Pemerintah Pertimbangkan Hukuman Mati bagi Koruptor

MUI Minta Pemerintah Pertimbangkan Hukuman Mati bagi Koruptor

by Desti Dwi Natasya
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah dan DPR mempertimbangkan penerapan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi....

Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Pimpin Penggalangan Dana untuk Negara Miskin

Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Pimpin Penggalangan Dana untuk Negara Miskin

by Desti Dwi Natasya
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Dunia menunjuk Sri Mulyani Indrawati sebagai Independent Co-Chair atau Ketua Bersama Independen dalam proses penggalangan dana...

Cristiano Ronaldo Siap Gelar Pernikahan Mewah? Daftar Tamu Bertabur Bintang Dunia Terungkap

Cristiano Ronaldo Siap Gelar Pernikahan Mewah? Daftar Tamu Bertabur Bintang Dunia Terungkap

by Hidayat Taufik
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Cristiano Ronaldo kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sorotan bukan datang dari aksinya di lapangan, melainkan kabar...

Begini Cara Mengajarkan Anak Mengatur Uang agar Bijak Saat Dewasa

Begini Cara Mengajarkan Anak Mengatur Uang agar Bijak Saat Dewasa

by Hidayat Taufik
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Mengajarkan anak mengelola uang sejak dini dinilai menjadi langkah penting untuk membentuk kebiasaan finansial yang sehat hingga...

KPK Geledah Imigrasi Jakarta Selatan, Penyidikan Kasus Silmy Karim Masih Bergulir

KPK Geledah Imigrasi Jakarta Selatan, Penyidikan Kasus Silmy Karim Masih Bergulir

by Hidayat Taufik
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pengurusan izin tinggal warga negara asing...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
#BeliLokal IFW 2026

#BeliLokal di IFW 2026 Dorong Pertumbuhan Brand Fesyen Lokal

August 4, 2026
Tito Karnavian Dorong Digitalisasi Data agar Bansos Lebih Tepat Sasaran

Tito Karnavian Dorong Digitalisasi Data agar Bansos Lebih Tepat Sasaran

August 4, 2026
Frank Lampard Ingin Reuni dengan Mykhailo Mudryk di Coventry City

Gianni Infantino Disorot Usai Skandal Komersialisasi Piala Dunia FIFA

August 4, 2026
Frank Lampard Ingin Reuni dengan Mykhailo Mudryk di Coventry City

Frank Lampard Ingin Reuni dengan Mykhailo Mudryk di Coventry City

August 4, 2026
MUI Minta Pemerintah Pertimbangkan Hukuman Mati bagi Koruptor

MUI Minta Pemerintah Pertimbangkan Hukuman Mati bagi Koruptor

August 5, 2026
Eks Menkeu Sri Mulyani Dipercaya Bank Dunia Pimpin IDA22

Eks Menkeu Sri Mulyani Dipercaya Bank Dunia Pimpin IDA22

August 5, 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Hampir 1 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi di Bandara Juanda

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Hampir 1 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi di Bandara Juanda

August 5, 2026
Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Pimpin Penggalangan Dana untuk Negara Miskin

Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Pimpin Penggalangan Dana untuk Negara Miskin

August 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved