JAKARTA, Cobisnis.com – Pelatih tim nasional Republik Irlandia, Heimir Hallgrimsson, mengkritik aksi protes pro-Palestina yang terjadi saat laga uji coba melawan Qatar di Aviva Stadium. Menurutnya, aksi tersebut mengganggu jalannya pertandingan dan mengurangi fokus terhadap permainan sepak bola.
Aksi protes dilakukan oleh sejumlah aktivis yang menuntut Federasi Sepak Bola Irlandia mengambil sikap terhadap Israel. Mereka mendesak adanya boikot terhadap pertandingan UEFA Nations League yang melibatkan tim nasional Israel.
Dalam pertandingan tersebut, para demonstran melempar bola tenis ke lapangan pada babak pertama. Beberapa bola tenis yang digunakan juga dihiasi bendera Palestina sebagai simbol dukungan terhadap warga Gaza.
Selain lemparan bola tenis, sejumlah spanduk bertuliskan “stop the game” dibentangkan di area stadion. Aksi tersebut sempat mengganggu jalannya pertandingan dan menarik perhatian para pemain maupun penonton.
Hallgrimsson menegaskan bahwa setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan melakukan protes. Namun, ia menilai aksi yang berdampak langsung pada pertandingan tidak memberikan pengalaman yang baik bagi semua pihak.
Menurutnya, fokus utama tim adalah menjalani pertandingan dan memberikan performa terbaik di lapangan. Karena itu, gangguan yang terjadi selama laga dianggap merugikan jalannya permainan.
Isu dukungan terhadap Palestina memang beberapa kali muncul dalam dunia sepak bola Eropa. Berbagai federasi dan kelompok suporter telah menyuarakan sikap mereka terkait konflik yang berlangsung di Gaza.
Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Norwegia menyatakan akan menyumbangkan seluruh keuntungan dari laga kualifikasi Piala Dunia melawan Israel untuk bantuan kemanusiaan di Gaza. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kemanusiaan yang ditimbulkan oleh konflik di kawasan tersebut.












