JAKARTA, Cobisnis.com – Biaya hidup di Amerika Serikat terus menekan banyak keluarga Latino pada 2026. Harga makanan, sewa rumah, dan transportasi naik lebih cepat daripada pendapatan.
Karena itu, banyak warga merasa kondisi ekonomi semakin memburuk.Esmeralda Roustand, seorang pekerja perawatan kesehatan di New York, merasakan tekanan tersebut.
Ia mengatakan belanja hampir US$20 hanya menghasilkan dua jus dan satu porsi makan siang. Selain itu, ia tetap harus mengirim uang kepada anak dan cucunya di Republik Dominika.
Namun, kenaikan biaya hidup membuat hal itu semakin sulit. Juan Galván, seorang mahasiswa di New York, juga harus mengubah gaya hidupnya.
Ia kini lebih sering tinggal di rumah agar dapat membayar sewa apartemen. Sementara itu, data inflasi menunjukkan tekanan belum mereda.
Bureau of Labor Statistics mencatat inflasi tahunan mencapai 3,8% pada April 2026. Harga bensin nasional juga menembus US$4,50 per galon. Menurut Michael Negrón dari Center for American Progress, keluarga Latino terdampak lebih besar.













