JAKARTA, Cobisnis.com – Negara negara ASEAN mulai memperkuat kerja sama sektor energi. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan storage cadangan minyak bersama.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan langkah ini dilakukan untuk menjaga pasokan energi di tengah kondisi geopolitik global yang belum stabil.
Menurut Bahlil, negara ASEAN sepakat membangun hub storage minyak untuk kawasan Asia Tenggara. Kerja sama itu melibatkan Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Filipina.
Indonesia juga menawarkan diri menjadi lokasi utama pembangunan storage minyak tersebut. Nantinya fasilitas itu akan menyuplai kebutuhan energi negara negara ASEAN.
Bahlil mengatakan ide pembangunan storage regional ini sejalan dengan proyek storage minyak nasional yang sedang disiapkan pemerintah Indonesia.
Saat ini proyek tersebut sudah masuk tahap feasibility study atau studi kelayakan. Pemerintah menargetkan storage nasional berada di kawasan Sumatera.
Selain menjadi cadangan nasional, storage itu juga diproyeksikan menjadi penyangga energi kawasan. Pemerintah bahkan menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK untuk mendukung proyek tersebut.
Menurut Bahlil, ide kerja sama ASEAN muncul di waktu yang tepat. Sebab Indonesia disebut sudah siap dari sisi perencanaan dan implementasi.
Pembangunan storage minyak dinilai penting di tengah meningkatnya tensi geopolitik global. Gangguan distribusi energi bisa berdampak langsung pada stabilitas pasokan dan harga minyak.
Dengan adanya cadangan regional, negara ASEAN diharapkan punya perlindungan lebih kuat saat terjadi krisis energi. Langkah ini juga dinilai bisa memperkuat ketahanan energi kawasan dalam jangka panjang.












