JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah mencatat jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat mencapai 10 orang hingga 5 Mei 2026.
Jumlah ini bertambah setelah satu jemaah asal Kabupaten Bogor meninggal di Arab Saudi.
Suci Annisa menyampaikan pembaruan ini dalam konferensi pers. Ia mengatakan jemaah bernama Aen Soleh Salimar berasal dari kloter JKS 05.
Selain itu, Suci menjelaskan penyebab kematian yang paling sering muncul. Penyakit kardiovaskular dan pneumonia mendominasi kasus.
Karena itu, pemerintah terus memperkuat layanan kesehatan bagi jemaah. Petugas medis tetap siaga di kloter hingga fasilitas rujukan.
Di sisi lain, kebutuhan layanan medis masih cukup tinggi. Lebih dari 12 ribu jemaah menjalani rawat jalan.
Kemudian, ratusan jemaah dirujuk ke KKHI dan rumah sakit setempat. Sementara itu, puluhan lainnya masih menjalani perawatan.
Hingga awal Mei 2026, proses keberangkatan jemaah terus berlangsung. Puluhan ribu jemaah sudah tiba di Madinah.
Selanjutnya, sebagian jemaah mulai bergerak ke Mekkah. Mereka menjalankan umrah wajib secara bertahap.
Pemerintah memastikan seluruh proses berjalan terkoordinasi dengan baik. Dengan begitu, jemaah bisa beribadah dengan aman da
n nyaman.













