• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, September 8, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Kapasitas Produksi Benang Polyester Anjlok Separuh, Pelaku Tekstil Minta Pemerintah Segera Bertindak

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 6, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Kapasitas Produksi Benang Polyester Anjlok Separuh, Pelaku Tekstil Minta Pemerintah Segera Bertindak

JAKARTA, Cobisnis.com – Industri pakaian jadi dalam negeri mulai merasakan tekanan serius dari sisi pasokan. Kain tenun, kain rajut, dan benang filament semakin sulit didapat, sementara permintaan ritel masih normal.

Sekjen AIKMI Muhammad Arif Nasution menyebut masalahnya bukan cuma soal harga. Ketersediaan bahan baku ikut terganggu dan mulai menghambat produksi.

“Permintaan di ritel masih lumayan, hanya saja produksi kami mulai bermasalah karena sulit mendapatkan kain tenun dan kain rajut,” ujar Arif, Senin (4/5/2026).

Pengurus P4B, Rudy Irawan, menyebut kain rajut jenis tetoron cotton atau TC kini makin sulit diperoleh. “PO kami tidak diproses karena pabrik rajutnya masih menunggu bahan baku dari pabrik benang,” katanya.

Di Majalaya kondisinya tidak kalah berat. Ketua Paguyuban IKM Konveksi Majalaya, Deden Sudrajat, bilang pelaku industri kecil kesulitan dapat benang filament jenis DTY.

“Mesin-mesin tenun di Majalaya semakin banyak yang menganggur karena tidak ada bahan baku,” ujar Deden.

Dari sisi hulu, Sekjen APSyFI Farhan Aqil Syauqi menjelaskan kapasitas produksi benang polyester nasional anjlok dari 1,6 juta ton menjadi sekitar 800 ribu ton. Angka itu pun masih harus dibagi antara serat pendek dan benang filament.

Penurunan ini dipicu berhentinya operasi polimerisasi di empat perusahaan dalam dua tahun terakhir. Produsen aktif pun kini hanya bisa melayani pelanggan lama.

Farhan juga menyoroti penolakan pemerintah atas Bea Masuk Anti Dumping atau BMAD terhadap impor benang filament China, padahal KADI sudah temukan indikasi dumping. Konflik di Selat Hormuz justru bikin harga impor polyester makin mahal.

Ia meminta pemerintah segera ambil langkah strategis sebelum industri tekstil nasional makin terpuruk.

Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
udemy free download
download coolpad firmware
Download Nulled WordPress Themes
free download udemy paid course
Tags: Bahan Baku LangkaCobisnisihsgindustri tekstilKonflik Timur TengahMajalayaPebisnismuda

Related Posts

Mulai Jam 2 Pagi, Kepala Dapur MBG Wajib Hadir di Lokasi

Mulai Jam 2 Pagi, Kepala Dapur MBG Wajib Hadir di Lokasi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Gizi Nasional atau BGN memperketat pengawasan dapur program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Kepala Satuan Pelayanan...

Kenapa Matahari Tampak Merah di Medan, BMKG Ungkap Penjelasannya

Kenapa Matahari Tampak Merah di Medan, BMKG Ungkap Penjelasannya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Fenomena Matahari yang tampak berwarna merah terlihat di Kota Medan, Sumatera Utara, pada Minggu (6/9/2026). Badan Meteorologi,...

Penerbangan Kacau akibat Abu Anak Krakatau Kerugian Maskapai Rp19 Miliar per Hari

Penerbangan Kacau akibat Abu Anak Krakatau Kerugian Maskapai Rp19 Miliar per Hari

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai memberikan tekanan besar terhadap industri penerbangan. Indonesia National Air Carriers Association...

Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa (8/9/2026) pagi. Rupiah berada di level Rp17.645 per dolar...

Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat lonjakan kinerja keuangan pada semester I 2026. Laba bersih perusahaan mencapai Rp8,51...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dokter Tirta: Orang Bernilai Bisa Membuat Jam Murah Terlihat Mahal

Dokter Tirta: Orang Bernilai Bisa Membuat Jam Murah Terlihat Mahal

September 2, 2026
Indonesia Dilirik Jadi Pabrik AI Dunia, Investasi Capai Rp800 Triliun

Indonesia Dilirik Jadi Pabrik AI Dunia, Investasi Capai Rp800 Triliun

September 6, 2026
MBG Berjalan 1,5 Tahun Evaluasi Program Dinilai Tak Bisa Ditunda

MBG Berjalan 1,5 Tahun Evaluasi Program Dinilai Tak Bisa Ditunda

September 7, 2026
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dan berstatus Level III Siaga. Pakar menjelaskan apakah aktivitas vulkanik dapat memicu gempa megathrust Selat Sunda.

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Picu Megathrust?

September 7, 2026
Hearts2Hearts

Hearts2Hearts Rilis Moonride Bareng Kia

September 8, 2026
Silmy Karim Tempuh Praperadilan, Persoalkan Penyitaan KPK

Silmy Karim Tempuh Praperadilan, Persoalkan Penyitaan KPK

September 8, 2026
Pemprov Jawa Tengah memastikan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau belum terpantau sampai Jateng, meski warga tetap diminta waspada.

Jateng Pastikan Aman dari Abu Krakatau

September 8, 2026
Mulai Jam 2 Pagi, Kepala Dapur MBG Wajib Hadir di Lokasi

Mulai Jam 2 Pagi, Kepala Dapur MBG Wajib Hadir di Lokasi

September 8, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved