• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, September 28, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Kapasitas Produksi Benang Polyester Anjlok Separuh, Pelaku Tekstil Minta Pemerintah Segera Bertindak

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 6, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Kapasitas Produksi Benang Polyester Anjlok Separuh, Pelaku Tekstil Minta Pemerintah Segera Bertindak

JAKARTA, Cobisnis.com – Industri pakaian jadi dalam negeri mulai merasakan tekanan serius dari sisi pasokan. Kain tenun, kain rajut, dan benang filament semakin sulit didapat, sementara permintaan ritel masih normal.

Sekjen AIKMI Muhammad Arif Nasution menyebut masalahnya bukan cuma soal harga. Ketersediaan bahan baku ikut terganggu dan mulai menghambat produksi.

“Permintaan di ritel masih lumayan, hanya saja produksi kami mulai bermasalah karena sulit mendapatkan kain tenun dan kain rajut,” ujar Arif, Senin (4/5/2026).

Pengurus P4B, Rudy Irawan, menyebut kain rajut jenis tetoron cotton atau TC kini makin sulit diperoleh. “PO kami tidak diproses karena pabrik rajutnya masih menunggu bahan baku dari pabrik benang,” katanya.

Di Majalaya kondisinya tidak kalah berat. Ketua Paguyuban IKM Konveksi Majalaya, Deden Sudrajat, bilang pelaku industri kecil kesulitan dapat benang filament jenis DTY.

“Mesin-mesin tenun di Majalaya semakin banyak yang menganggur karena tidak ada bahan baku,” ujar Deden.

Dari sisi hulu, Sekjen APSyFI Farhan Aqil Syauqi menjelaskan kapasitas produksi benang polyester nasional anjlok dari 1,6 juta ton menjadi sekitar 800 ribu ton. Angka itu pun masih harus dibagi antara serat pendek dan benang filament.

Penurunan ini dipicu berhentinya operasi polimerisasi di empat perusahaan dalam dua tahun terakhir. Produsen aktif pun kini hanya bisa melayani pelanggan lama.

Farhan juga menyoroti penolakan pemerintah atas Bea Masuk Anti Dumping atau BMAD terhadap impor benang filament China, padahal KADI sudah temukan indikasi dumping. Konflik di Selat Hormuz justru bikin harga impor polyester makin mahal.

Ia meminta pemerintah segera ambil langkah strategis sebelum industri tekstil nasional makin terpuruk.

Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
free download udemy course
download micromax firmware
Download Nulled WordPress Themes
free download udemy paid course
Tags: Bahan Baku LangkaCobisnisihsgindustri tekstilKonflik Timur TengahMajalayaPebisnismuda

Related Posts

Hasil Nations League: Yunani Tumbangkan Jerman

Presiden Serbia Vucic Mundur, Incar Kursi Perdana Menteri

by Desti Dwi Natasya
September 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengundurkan diri pada Minggu (27/9/2026), menjelang pemilihan parlemen yang akan digelar pada 25...

Hasil Nations League: Yunani Tumbangkan Jerman

Meta Dinyatakan Langgar Hukum, Terancam Denda Rp3.500 Triliun

by Desti Dwi Natasya
September 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Meta Platforms dinyatakan melanggar hukum perlindungan konsumen oleh juri di New Mexico, Amerika Serikat, terkait pernyataan perusahaan...

Hasil Nations League: Yunani Tumbangkan Jerman

Hasil Nations League: Yunani Tumbangkan Jerman

by Desti Dwi Natasya
September 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sejumlah pertandingan UEFA Nations League 2026/27 Matchday 2 berlangsung pada Minggu (27/9/2026) atau Senin (28/9/2026) dini hari...

Harga Cabai Rawit Merah Naik 2,8%, Nyaris Sentuh Rp100 Ribu

Harga Cabai Rawit Merah Naik 2,8%, Nyaris Sentuh Rp100 Ribu

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Harga cabai rawit merah kembali naik dan semakin mendekati Rp100 ribu per kilogram. Berdasarkan data Pusat Informasi...

Mercedes-Benz Kaji Penutupan Dua Pabrik di Jerman

Mengenal Apple Music Hall, Venue Konser Baru di London

by Desti Dwi Natasya
September 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Apple membuka Apple Music Hall, tempat pertunjukan musik live baru di Battersea Power Station, London, Inggris, pada...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Garuda Indonesia Masuk 10 Besar Kru Kabin Terbaik Dunia 2026

Garuda Indonesia Masuk 10 Besar Kru Kabin Terbaik Dunia 2026

September 27, 2026
Gajah Afrika Gunakan Tanaman untuk Obati Diri

Gajah Afrika Gunakan Tanaman untuk Obati Diri

September 27, 2026
Inhealth Gelar Health & Wellness Festival 2026

Inhealth Gelar Health & Wellness Festival 2026

September 27, 2026
IFG dan Jamkrindo Berkolaborasi Hidupkan Budaya dan Dorong UMKM Naik Kelas

IFG dan Jamkrindo Berkolaborasi Hidupkan Budaya dan Dorong UMKM Naik Kelas

September 27, 2026
Hasil Nations League: Yunani Tumbangkan Jerman

Presiden Serbia Vucic Mundur, Incar Kursi Perdana Menteri

September 28, 2026
Trump Tawarkan Senjata ke Xi Jinping, China Merespons?

Trump Tawarkan Senjata ke Xi Jinping, China Merespons?

September 28, 2026
Hasil Nations League: Yunani Tumbangkan Jerman

Meta Dinyatakan Langgar Hukum, Terancam Denda Rp3.500 Triliun

September 28, 2026
Hasil Nations League: Yunani Tumbangkan Jerman

Blue Fire Papandayan Muncul, Kunjungan Wisatawan Menurun

September 28, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved