JAKARTA, Cobisnis.com – Departemen Pertahanan Amerika Serikat menjalin kerja sama dengan tujuh perusahaan teknologi besar untuk pengembangan AI militer. Perusahaan yang terlibat antara lain OpenAI, Google, Microsoft, Nvidia, Amazon Web Services, SpaceX, dan Reflection.
Namun, Anthropic tidak masuk dalam kesepakatan tersebut. Sebelumnya, pemerintah di bawah Donald Trump memutus hubungan dengan Anthropic.
Keputusan itu muncul setelah perusahaan menolak penggunaan AI tanpa batasan dalam operasi militer. Anthropic meminta adanya pengamanan ketat terkait penggunaan AI untuk perang dan pengawasan.
Namun, Pentagon ingin fleksibilitas penuh untuk penggunaan yang dianggap sah. Karena itu, pemerintah bahkan sempat memberi label risiko rantai pasok kepada Anthropic.
Langkah tersebut biasanya hanya diberikan pada perusahaan yang terkait ancaman asing. Di sisi lain, pemerintah kembali membuka komunikasi dengan Anthropic dalam beberapa pekan terakhir.
Hal itu terjadi setelah perusahaan memperkenalkan teknologi baru di bidang keamanan siber. Meski begitu, kesepakatan tetap berjalan dengan kompetitor Anthropic.













