JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Prabowo Subianto menyoroti potongan komisi ojek online saat peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Monas, Jakarta.
Ia menyatakan potongan hingga 20 persen terlalu besar. Oleh karena itu, ia menilai kebijakan tersebut memberatkan pengemudi ojol.
Dalam pidatonya, Prabowo sempat menawarkan angka 15 persen. Namun, para buruh langsung menolak usulan tersebut.
Ia kemudian menanyakan angka 10 persen. Meski begitu, ia tetap tidak menyetujuinya.
Sebaliknya, Prabowo menegaskan potongan komisi harus di bawah 10 persen. Menurutnya, kebijakan itu lebih adil bagi pengemudi.
Selain itu, ia menilai pengemudi bekerja keras setiap hari. Karena itu, mereka tidak seharusnya menyerahkan bagian besar pendapatan ke aplikator.
Prabowo juga memperingatkan perusahaan teknologi. Ia meminta mereka mengikuti kebijakan pemerintah.
Jika tidak, ia mempersilakan perusahaan tersebut menghentikan operasinya di Indonesia.
Sementara itu, isu ini menjadi tuntutan utama buruh. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia mengusulkan potongan maksimal 10 persen.













