JAKARTA, Cobisnis.com – Produsen kendaraan listrik terbesar dunia, BYD, tetap percaya diri mempertahankan posisinya meski tidak bisa masuk pasar Amerika Serikat. Namun, pemerintah Amerika Serikat telah membatasi impor mobil listrik asal China karena alasan keamanan dan persaingan industri.
Karena itu, BYD memilih fokus pada ekspansi global untuk menjaga pertumbuhan bisnisnya. Selain itu, Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, menegaskan perusahaan tetap bisa memimpin tanpa pasar AS.
Ia juga berharap dialog antara Xi Jinping dan Donald Trump dapat membuka peluang kerja sama di masa depan. Meski begitu, BYD saat ini belum memiliki rencana untuk menjual mobilnya di pasar Amerika.
Sementara itu, perusahaan menargetkan penjualan 1,5 juta unit kendaraan di luar negeri pada tahun ini. Target tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu yang sekitar satu juta unit.













