JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah pusat menyoroti keberadaan perlintasan sebidang kereta api tanpa palang pintu menyusul kecelakaan di kawasan Bekasi Timur. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan kesiapan untuk membangun simpang tak sebidang sebagai solusi peningkatan keselamatan.
Langkah ini diwujudkan melalui pembangunan flyover dan underpass di sejumlah titik perlintasan kereta api. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan sekaligus memperlancar arus lalu lintas di kawasan padat.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah mengerjakan pembangunan Flyover Latumeten di Jakarta Barat, yang berada di dekat Stasiun Grogol.
Menurutnya, flyover tersebut memiliki fungsi serupa dengan jalur “tapal kuda” di kawasan Lenteng Agung, yakni sebagai solusi perlintasan tidak sebidang antara jalan raya dan rel kereta. Infrastruktur ini dirancang untuk mengurangi potensi konflik antara kendaraan dan kereta api.
Selain aspek keselamatan, proyek ini juga ditujukan untuk mengurai kemacetan yang selama ini kerap terjadi di kawasan Grogol. Perlintasan sebidang yang padat sering menjadi titik hambatan lalu lintas, terutama pada jam sibuk.
Hingga akhir April 2026, progres pembangunan Flyover Latumeten telah mencapai sekitar 35 persen. Pemerintah menargetkan proyek ini dapat rampung dalam tahun ini, dengan harapan mendapat dukungan dari masyarakat.
Lebih lanjut, Dinas Bina Marga membuka peluang pembangunan simpang tak sebidang di lokasi lain. Penentuan titik prioritas akan dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai instansi terkait.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan keselamatan transportasi serta menciptakan sistem mobilitas yang lebih terintegrasi dan efisien di ibu kota.













