JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran di tengah situasi geopolitik yang masih tegang. Meski demikian, militer AS tetap berada dalam status siaga tempur penuh.
Langkah perpanjangan ini disebut sebagai upaya meredakan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Namun, Washington menegaskan bahwa kesiapan militer tetap menjadi prioritas utama.
US Central Command (CENTCOM) menyatakan pasukannya masih dalam kondisi siap menghadapi segala kemungkinan. Pernyataan ini muncul tidak lama setelah pengumuman resmi dari Trump.
Dalam unggahan di media sosial, CENTCOM juga menampilkan video kekuatan militer AS. Cuplikan tersebut memperlihatkan pesawat tempur, kapal perang, hingga pasukan darat yang sedang beroperasi.
Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper menyampaikan bahwa militer AS terus melakukan penyesuaian strategi. Hal ini mencakup pembaruan peralatan hingga perubahan taktik operasi.
Menurut Cooper, proses adaptasi tersebut dilakukan selama masa gencatan senjata berlangsung. Ia menegaskan bahwa militer AS bergerak cepat mengikuti dinamika ancaman global.
Sementara itu, Trump juga menegaskan bahwa kebijakan blokade terhadap pelabuhan Iran tetap dilanjutkan. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari strategi tekanan terhadap Teheran.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa meski ada perpanjangan gencatan senjata, pendekatan tekanan masih menjadi bagian dari kebijakan Washington. Situasi ini membuat tensi di kawasan tetap tinggi.
Dari sisi Iran, respons keras langsung disampaikan melalui penasihat Ketua Parlemen Mahdi Mohammadi. Ia menyebut perpanjangan gencatan senjata sepihak dari AS tidak memiliki arti strategis bagi Teheran.
Mohammadi bahkan menilai langkah tersebut sebagai upaya Amerika Serikat untuk mengulur waktu. Ia menyebut kemungkinan adanya strategi lanjutan berupa tekanan militer di balik kebijakan itu.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa kedua pihak masih memiliki pandangan yang sangat berbeda terkait arah konflik. Situasi ini membuat peluang stabilitas jangka panjang masih penuh ketidakpastian.
Ketegangan antara AS dan Iran pun diperkirakan masih akan terus menjadi sorotan global. Meski ada upaya gencatan senjata, kedua negara tetap berada dalam posisi waspada tinggi.













