JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 hampir selesai sepenuhnya. Saat ini, pemerintah memasuki tahap pengecekan akhir sebelum operasional haji dimulai.
Menurut Irfan, berbagai kebutuhan utama jemaah telah dipersiapkan secara menyeluruh, meliputi akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan. Untuk tempat tinggal, pemerintah menyediakan ratusan hotel di Mekkah dan Madinah yang tersebar di beberapa kawasan strategis.
Di Mekkah, lokasi penginapan berada di wilayah seperti Jarwal, Misfalah, Raudhah, Syisyah, dan Aziziah. Sementara itu, di Madinah seluruh hotel terpusat di area Markaziah.
Dari sisi kesehatan, pemerintah menyiapkan puluhan klinik di kedua kota tersebut serta menempatkan tenaga medis di setiap kelompok terbang (kloter). Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan rumah sakit besar di Arab Saudi guna memastikan pelayanan kesehatan bagi jemaah tetap optimal.
Pemerintah juga telah memastikan kesiapan kartu Nusuk yang kini sedang dalam proses distribusi dan aktivasi. Untuk konsumsi, puluhan dapur telah disiapkan guna memenuhi kebutuhan makan jemaah selama berada di Tanah Suci.
Dalam hal transportasi, tersedia tiga jenis layanan bus, yakni bus antarkota untuk perjalanan Jeddah–Mekkah–Madinah, bus salawat yang beroperasi selama 24 jam menuju Masjidil Haram, serta bus masyair yang melayani pergerakan jemaah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Adapun keberangkatan kloter pertama dijadwalkan pada 22 April 2026 menuju Madinah, kemudian dilanjutkan ke Mekkah. Sementara itu, keberangkatan terakhir direncanakan berlangsung pada 21 Mei 2026.













