JAKARTA, Cobisnis.com – Tabungan haji BSI meningkat signifikan menjelang musim haji seiring tingginya minat masyarakat dalam mempersiapkan ibadah ke Tanah Suci. Oleh karena itu, Bank Syariah Indonesia terus memperkuat layanan bagi calon jemaah haji.
Perseroan mengoptimalkan layanan pelunasan biaya haji melalui jaringan e-channel dan lebih dari 126 ribu agen serta kantor cabang di seluruh Indonesia. Selain itu, berbagai fasilitas disiapkan untuk menunjang kenyamanan jemaah sebelum hingga setelah ibadah haji.
Salah satu layanan yang disediakan adalah kartu debit Visa umrah yang dapat digunakan selama berada di Tanah Suci. Sementara itu, layanan BSI Call 14040 juga dihadirkan untuk memberikan bantuan perbankan secara real time bagi jemaah.
Sebanyak 83 persen calon jemaah haji Indonesia tercatat sebagai nasabah tabungan haji BSI. Oleh karena itu, BSI masih menjadi pemimpin pasar untuk segmen jemaah haji reguler di Indonesia.
Kondisi ini mendorong BSI untuk terus meningkatkan inklusi keuangan syariah dan mendukung pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji. Selain itu, kolaborasi juga dilakukan dalam sosialisasi pelunasan biaya dan pelaksanaan manasik haji.
Pada Februari 2026, tabungan haji BSI tercatat tumbuh 10,98 persen secara tahunan mencapai Rp15,47 triliun. Selain itu, jumlah rekening telah melampaui 7 juta nasabah.
Pertumbuhan ini turut mendorong dana pihak ketiga yang mencapai Rp366 triliun atau naik 14,76 persen secara tahunan. Oleh karena itu, hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah.
Direktur Sales dan Distribution BSI Anton Sukarna menyatakan bahwa persiapan haji tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik, tetapi juga finansial. Selain itu, BSI terus mengembangkan infrastruktur digital untuk mempermudah akses layanan, termasuk pembukaan tabungan haji melalui platform BYOND by BSI.













