JAKARTA, Cobisnis.com – Minat generasi Z terhadap jam tangan retro terus meningkat di tengah dominasi perangkat digital. Namun, banyak anak muda kini melihat jam tangan sebagai bagian dari identitas gaya.
Evan Fry, kreator konten berusia 22 tahun dari Utah, menjadi contoh tren tersebut. Ia sudah mengoleksi lebih dari 35 jam tangan dari berbagai era.
Sebagian koleksinya dibeli dengan harga antara US$1.000 hingga US$2.000. Selain itu, ia menyebut setiap jam memiliki cerita yang berbeda.
Jam favoritnya saat ini adalah Tag Heuer Carrera berwarna magenta. Ia membeli model itu setelah melihat aktor Ryan Gosling memakainya dalam acara promosi film Barbie.
Fry juga ingin memiliki koleksi dari H. Moser & Cie.. Namun, beberapa model merek itu dijual hingga sekitar US$50.000.
Menurut platform jual beli jam mewah bekas Bezel, pembeli di bawah usia 30 tahun kini menyumbang sepertiga transaksi. Karena itu, merek lama mulai serius membidik pasar muda.
Sementara itu, Longines juga melihat banyak pelanggan muda datang untuk servis jam lama. Sebagian besar membawa jam warisan keluarga.
Data 2025 dari Chrono24 menunjukkan Gen Z paling sering membeli dress watch klasik. Bahkan, pembelian model formal tipis naik 44 persen sejak 2018.
Model yang banyak dicari biasanya memakai dial sederhana dan ukuran ramping. Selain itu, desain klasik dianggap cocok untuk gaya harian.
Pemilik toko vintage online Teia Collective, Dahyn Lee, mengatakan banyak pembeli muda tertarik karena nuansa nostalgia. Mereka sering memilih model yang mirip koleksi keluarga lama.
Beberapa pelanggan bahkan membeli jam yang tidak berfungsi. Namun, mereka tetap menganggapnya menarik sebagai aksesori tangan.
Tren ini menunjukkan jam tangan kini tidak lagi sekadar alat penunjuk waktu. Sebaliknya, jam tangan berubah menjadi simbol karakter pribadi.
Baca juga perkembangan tren gaya muda global di halaman internal kami tentang aksesori fashion klasik. Untuk referensi pasar jam mewah, pembaca juga dapat melihat laporan industri dari Chrono24.













