JAKARTA, Cobisnis.com – Dua dekade setelah tayang perdana, Hannah Montana tetap dikenang bukan hanya sebagai serial remaja populer, tetapi juga simbol identitas bagi banyak anak dari kelompok marginal.
Tokoh utama yang diperankan Miley Cyrus dianggap mewakili pengalaman menjalani dua dunia berbeda: kehidupan pribadi dan citra publik.
Bagi banyak anak imigran, kisah itu terasa dekat karena mereka juga harus menyesuaikan diri antara budaya rumah dan lingkungan sekolah.
Sebagian penggemar kulit hitam maupun komunitas queer juga merasa karakter Hannah Montana menggambarkan proses mencari jati diri sambil menyembunyikan sisi tertentu dari identitas mereka.
Fenomena ini kembali ramai setelah penayangan spesial 20 tahun serial tersebut di Disney+.
Hingga kini, Hannah Montana masih dianggap sebagai ikon budaya pop yang membentuk generasi muda lintas latar belakang.













