JAKARTA, Cobisnis.com – Krisis yang memanas di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada pasokan energi global. International Energy Agency (IEA) pun mempertimbangkan langkah darurat dengan melepas cadangan minyak ke pasar dunia guna meredam gejolak yang terjadi.
Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, menyatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan negara-negara anggota untuk membahas kemungkinan tersebut. Langkah ini menjadi respons atas terganggunya pasokan minyak akibat konflik yang terus meningkat di kawasan.
Sebelumnya, IEA bersama negara anggotanya telah menyepakati pelepasan sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan strategis pada Maret lalu. Jika kembali dilakukan, kebijakan ini akan menjadi upaya lanjutan untuk menjaga stabilitas pasar energi global.
Meski demikian, Birol menegaskan bahwa pelepasan cadangan minyak bukan solusi jangka panjang. Langkah tersebut hanya bertujuan untuk menenangkan pasar dan mengurangi dampak ekonomi yang lebih luas.
Ia juga menggambarkan kondisi saat ini sebagai situasi yang sangat serius, mengingat tekanan terhadap pasokan energi semakin meningkat seiring ketidakpastian geopolitik.
Dalam kunjungannya ke Australia, Birol dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Anthony Albanese untuk membahas langkah konkret dalam menghadapi krisis energi. Salah satu fokusnya adalah mendorong efisiensi penggunaan energi di masyarakat.
Beberapa rekomendasi yang disiapkan meliputi peningkatan penggunaan transportasi umum, penerapan kembali sistem kerja dari rumah (WFH), serta pengurangan perjalanan udara guna menekan konsumsi minyak.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan energi, sekaligus mengurangi tekanan terhadap pasar global di tengah ketidakpastian yang masih berlangsung.













