JAKARTA, Cobisnis.com – Gangguan besar pada produksi dan distribusi minyak dunia membuat harga minyak melonjak tajam hingga mendekati US$100 per barel pada Senin setelah konflik dengan Iran memicu kekhawatiran di pasar energi global.
Harga minyak bahkan sempat hampir menyentuh US$120 per barel dalam perdagangan semalam sebelum akhirnya turun sedikit setelah muncul laporan bahwa negara-negara Barat akan membahas langkah untuk meredakan lonjakan harga bahan bakar.
Minyak mentah Amerika Serikat ditutup di level US$94,77 per barel atau naik 4,3 persen sementara minyak Brent sebagai patokan internasional melonjak 6,8 persen menjadi US$98,96 per barel.
Lonjakan harga ini dipicu oleh situasi di Selat Hormuz yang merupakan jalur pengiriman sekitar 20 persen minyak dunia sehingga ancaman terhadap kapal tanker membuat aktivitas distribusi minyak di kawasan tersebut terganggu.
Gangguan pasokan diperkirakan mencapai sekitar 20 persen dari suplai global yang bahkan lebih besar dibandingkan krisis energi saat Krisis Suez pada 1956 hingga 1957.
Para analis memperkirakan harga minyak masih bisa naik lebih tinggi jika lalu lintas kapal di Selat Hormuz tidak segera pulih bahkan berpotensi mencapai sekitar US$150 per barel jika konflik terus berlangsung.













