JAKARTA, Cobisnis.com – Konflik militer antara Israel dan Iran dinilai dapat memperkuat posisi politik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di dalam negeri, namun pada saat yang sama berpotensi merugikan citra Israel di panggung internasional. Sebuah artikel di media Inggris The Daily Telegraph bahkan menyebut Netanyahu sebagai “pemimpin perang besar di era modern,” membandingkannya dengan tokoh legendaris Inggris Winston Churchill.
Artikel tersebut ditulis oleh jurnalis konservatif sekaligus penulis biografi Margaret Thatcher, Charles Moore. Ia menggambarkan Netanyahu sebagai sosok yang selama puluhan tahun menjadikan Iran sebagai ancaman utama bagi Israel. Hubungannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta operasi militer terhadap kelompok seperti Hamas dan Hezbollah disebut telah membentuk ulang dinamika politik Timur Tengah.
Keberhasilan militer pada tahap awal konflik terbaru dengan Iran juga meningkatkan kepercayaan diri para pendukung Netanyahu menjelang pemilu Israel yang diperkirakan digelar akhir tahun ini. Menurut survei awal dari Institute for National Security Studies, sekitar 81% publik Israel mendukung serangan terhadap Iran dan 63% responden bahkan ingin operasi militer dilanjutkan hingga rezim Iran jatuh. Dukungan ini juga membuat sejumlah tokoh oposisi seperti Yair Lapid dan Naftali Bennett menyatakan dukungan terhadap operasi tersebut.
Namun di luar negeri, terutama di Amerika Serikat, perang ini justru memicu kontroversi besar. Hampir enam dari sepuluh warga Amerika tidak setuju dengan keputusan pemerintah AS untuk terlibat dalam aksi militer terhadap Iran. Perbedaan pandangan juga terlihat jelas secara politik, di mana dukungan dari pemilih Partai Republik jauh lebih tinggi dibandingkan pemilih Partai Demokrat.
Situasi tersebut berisiko mengganggu salah satu aset strategis utama Israel, yaitu dukungan bipartisan dari Amerika Serikat yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan kedua negara. Para analis menilai meskipun operasi militer ini dapat memperkuat posisi Netanyahu dalam politik domestik, dampaknya terhadap hubungan internasional Israel terutama dengan Washington masih penuh ketidakpastian.













