JAKARTA, Cobisnis.com – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera mengeluarkan pernyataan resmi yang tegas dan tidak ambigu terkait serangan militer Israel ke Iran. Ia menilai, sikap negara harus mencerminkan prinsip konstitusi yang menolak penjajahan serta komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia.
Menurutnya, Presiden dan Menteri Luar Negeri tidak bisa menunda penyampaian posisi diplomatik Indonesia kepada komunitas internasional. Hasanuddin menegaskan, peran aktif Indonesia dalam isu Timur Tengah, termasuk keterlibatan dalam Board of Peace (BoP), harus diiringi langkah diplomasi yang konkret, berani, dan berdampak nyata.
Ia menilai agresi militer tersebut berpotensi menimbulkan efek domino terhadap stabilitas geopolitik kawasan sekaligus perekonomian global.
Dampaknya, kata dia, tidak hanya dirasakan negara-negara Timur Tengah, tetapi juga berimplikasi langsung terhadap kepentingan nasional Indonesia.
Hasanuddin juga menyinggung pernyataan Donald Trump terkait keterlibatan Amerika Serikat dalam operasi militer. Menurutnya, hal itu menguatkan dugaan adanya kepentingan strategis besar dalam upaya dominasi terhadap Iran oleh Israel dan para sekutunya.
Ia menambahkan, eskalasi ini berpotensi memicu ketidakstabilan kawasan yang lebih luas dan menciptakan kekhawatiran global, karena banyak negara memantau perkembangan konflik tersebut dengan penuh kewaspadaan.
Dalam konteks Palestina, Hasanuddin menyatakan keraguannya terhadap klaim upaya perdamaian. Ia menilai rangkaian konflik justru memperlihatkan kecenderungan perluasan perang, bukan penyelesaian konflik secara damai, termasuk dampaknya terhadap situasi di Gaza.
Dari aspek ekonomi, ia memperingatkan potensi gangguan besar terhadap sektor energi dunia. Ancaman penutupan Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama perdagangan sekitar 20 persen minyak global, dinilai bisa memicu lonjakan harga minyak dunia dan berdampak signifikan bagi Indonesia sebagai negara pengimpor energi.
Hasanuddin menegaskan, pemerintah perlu menyiapkan langkah strategis secara diplomatik dan ekonomi, serta mengambil peran aktif dalam mendorong deeskalasi konflik demi menjaga stabilitas kawasan dan kepentingan nasional Indonesia.













