• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, August 16, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Anak Muda Amerika Ramai-ramai “Chinamaxxing” Dorong Kekuatan Lunak Beijing

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 26, 2026
in Lifestyle
0
Anak Muda Amerika Ramai-ramai “Chinamaxxing” Dorong Kekuatan Lunak Beijing

JAKARTA, Cobisnis.com – Fenomena “Chinamaxxing” tengah membanjiri media sosial, terutama di kalangan anak muda Amerika Serikat.

Tren ini menampilkan konten kreator yang bercanda tentang “menjadi orang China” dengan cara sederhana seperti minum air hangat, memakai sandal di rumah, mengenakan jaket Adidas bergaya klasik Tiongkok, hingga melakukan olahraga tradisional China di pagi hari.

Salah satu video di TikTok berjudul “Morning routine as a new Chinese baddie” memperlihatkan seorang kreator melakukan serangkaian latihan tradisional China.

Video lain yang telah ditonton lebih dari 2,4 juta kali hingga akhir Februari menampilkan proses merebus apel untuk dijadikan teh buah, yang disebut sebagai ramuan klasik China untuk kesehatan pencernaan.

Fenomena ini mencerminkan meningkatnya ketertarikan Barat terhadap budaya dan estetika China. Sebelumnya, gelombang budaya Asia telah lebih dulu mendunia lewat K-drama, K-pop, dan K-beauty dari Korea Selatan, serta popularitas Jepang dengan kota-kota bersih dan kereta cepatnya.

Kini, tampaknya giliran China yang menikmati sorotan global. Tianyu Fang, mahasiswa doktoral di Departemen Sejarah Sains Universitas Harvard, menilai dalam beberapa bulan terakhir terjadi perubahan signifikan dalam persepsi terhadap kekuatan lunak China.

Ia menyebut video game, film, hingga produk-produk kecil dari China mulai membentuk ulang imajinasi budaya tentang China di Amerika Serikat dan Barat secara luas.

Namun, tren ini berbeda dari gelombang budaya Asia sebelumnya. Korea Selatan dan Jepang adalah negara demokrasi sekaligus sekutu kuat Amerika Serikat, sementara China merupakan negara otoriter dan rival strategis Washington.

Selain itu, tren ini juga menandai perubahan suasana hati publik Amerika. Beberapa tahun lalu, pandemi Covid-19 memicu lonjakan kejahatan kebencian terhadap warga Asia di AS. Presiden saat itu, Donald Trump, berulang kali menggunakan istilah bernada rasis seperti “kung flu”.

Perang dagang dan ketegangan politik memperdalam sentimen sinofobia. Di tengah latar belakang tersebut, ketertarikan Generasi Z Amerika untuk “menjadi China” terasa seperti perubahan 180 derajat.

Para ahli menilai tren ini mencerminkan ketidakpuasan yang lebih dalam terhadap kondisi domestik AS, mulai dari gejolak politik, kekerasan senjata, pengetatan imigrasi, hingga ketegangan rasial yang berkepanjangan.

Kondisi tersebut dinilai memudarkan citra ideal Amerika dan memicu rasa ingin tahu anak muda tentang kehidupan di tempat lain. Selain itu, paparan terhadap produk dan kemajuan teknologi China juga semakin meningkat.

Meski produk China sudah lama tersebar di seluruh dunia, banyak warga Amerika kini mulai menyadari dominasi Beijing di berbagai sektor, khususnya teknologi.

Citra “keren” China turut diperkuat oleh video viral yang menampilkan cakrawala futuristik kota-kota besar seperti Chongqing dan Shanghai. Gedung pencakar langit bercahaya neon, pertunjukan drone, sistem transportasi canggih, serta kemajuan kendaraan listrik dan energi hijau sering muncul di linimasa media sosial.

Meski demikian, gambaran tersebut dinilai terlalu menyederhanakan realitas. Biaya perumahan di China memang lebih rendah dibandingkan AS, tetapi rata-rata upah juga jauh lebih kecil.

Tantangan sosial dan ekonomi tetap ada, namun video-video viral itu menghadirkan kontras yang menggoda dibandingkan infrastruktur Amerika yang menua dan biaya hidup yang tinggi.

Fang menyebut tren ini lebih banyak mencerminkan perasaan orang Amerika terhadap Amerika sendiri, ketimbang terhadap China.

Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing aktif memperluas pengaruh lunak dan kerasnya di Afrika, Amerika Latin, Asia Tenggara, dan Kepulauan Pasifik. Produk seperti kendaraan listrik China serta ponsel Huawei dan Xiaomi umum ditemui di berbagai negara, meski kurang terlihat di AS karena pembatasan kebijakan dan kontrol impor.

Sejumlah pemimpin dunia juga terlihat meningkatkan interaksi dengan Beijing di tengah kebijakan luar negeri AS yang dinilai tidak stabil. Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Perdana Menteri Finlandia Petteri Orpo, dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney tercatat mengunjungi Beijing dalam beberapa bulan terakhir dan bertemu dengan Presiden Xi Jinping.

Meski budaya internet bergerak cepat dan tren viral mudah meredup, “Chinamaxxing” untuk sementara menjadi jembatan digital yang unik di antara dua budaya yang kerap dipisahkan oleh ketegangan politik.

Sebagian pihak mengkritik tren ini sebagai bentuk apropriasi budaya yang kurang sensitif, khususnya dari kalangan diaspora China. Namun bagi sebagian lainnya, fenomena ini membuka kembali ruang ketertarikan timbal balik antara masyarakat AS dan China.

“Saya tumbuh di dekade ketika orang-orang di AS dan China saling tertarik pada apa yang bisa ditawarkan satu sama lain kepada dunia,” kata Fang. “Saya ingin melihat semangat itu hidup kembali di masa kini.”

Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
free download udemy paid course
download xiomi firmware
Download WordPress Themes Free
udemy course download free
Tags: amerikaserikatChinaChinamaxxingcobisnis.comGenZSoftPower

Related Posts

Rayakan HUT ke-81 RI, Aceh Barat Diminta Tinggalkan Panjat Pinang

Rayakan HUT ke-81 RI, Aceh Barat Diminta Tinggalkan Panjat Pinang

by Hidayat Taufik
August 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bupati Aceh Barat Tarmizi mengeluarkan larangan pelaksanaan lomba panjat pinang dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik...

Pukul 10.17 WIB Besok, Warga Diminta Hentikan Aktivitas Sejenak

Pukul 10.17 WIB Besok, Warga Diminta Hentikan Aktivitas Sejenak

by Hidayat Taufik
August 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah mengajak masyarakat turut memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026....

Hindari 7 Kalimat Ini Saat Berbicara dengan Orang yang Mengalami Depresi

Hindari 7 Kalimat Ini Saat Berbicara dengan Orang yang Mengalami Depresi

by Hidayat Taufik
August 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Memberikan dukungan kepada seseorang yang mengalami depresi berat membutuhkan empati dan perhatian. Niat baik tidak selalu menghasilkan...

Jet F-18 NATO Tembak Jatuh Drone di Wilayah Udara Rumania

Serangan Israel di Lebanon Selatan Jadi yang Terdarah Sejak Gencatan Senjata Juni

by Zahra Zahwa
August 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Serangan Israel di Lebanon selatan menewaskan sedikitnya 11 orang pada Minggu. Serangan tersebut menjadi yang paling mematikan...

Jet F-18 NATO Tembak Jatuh Drone di Wilayah Udara Rumania

Qatar Tolak Klaim Komandan Iran soal Penahanan Tiga Pilo

by Zahra Zahwa
August 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Qatar membantah klaim Iran yang menyebut negaranya menahan tiga pilot Iran selama berbulan-bulan. Iran sebelumnya mengklaim Qatar...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Impact Investment Festival

Impact Investment Festival 2026 Perkuat Kolaborasi Regulator dan Pasar Modal untuk Dorong Impact Investing Indonesia

August 15, 2026
Abbas Araghchi

Menlu Iran Tegaskan Belum Ada Keputusan untuk Kembali Berunding dengan AS

August 15, 2026
10 Daftar Hotel Terbaik di Dunia 2026

10 Daftar Hotel Terbaik di Dunia 2026

August 15, 2026
Belanja Konsumen AS Melemah pada Juli, Ekonomi Mulai Hadapi Tekanan

Mantan Profesor Cambridge Jason Arday Ditemukan Meninggal di London

August 15, 2026
Jamkrindo Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Jamkrindo Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

August 16, 2026
BNI Pastikan Bantuan dan Layanan Perbankan Tetap Berjalan di Tengah Gempa NTT

BNI Pastikan Bantuan dan Layanan Perbankan Tetap Berjalan di Tengah Gempa NTT

August 16, 2026
Tanpa disadari, Kebiasaan yang dilakukan Wanita di Pagi Hari Ini Bisa Bikin Stres

Tanpa disadari, Kebiasaan yang dilakukan Wanita di Pagi Hari Ini Bisa Bikin Stres

August 16, 2026
Seberapa Penting Pakai Sarung Tangan saat Membersihkan Rumah?

Seberapa Penting Pakai Sarung Tangan saat Membersihkan Rumah?

August 16, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved