• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, July 13, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Angka Kemiskinan Turun, Tapi Rakyat Benar-Benar Sejahtera?

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
February 17, 2026
in Nasional
0
Angka Kemiskinan Turun, Tapi Rakyat Benar-Benar Sejahtera?

JAKARTA, Cobisnis.com – Data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2025 mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia menyusut menjadi 23,36 juta orang, atau berkurang sekitar 490 ribu jiwa dibandingkan Maret 2025. Secara persentase, tingkat kemiskinan nasional berada di angka 8,25 persen, turun 0,22 basis poin.

Dari sisi wilayah, tingkat kemiskinan masih lebih dominan di kawasan perdesaan dengan persentase 10,72 persen, sedangkan wilayah perkotaan berada di angka 6,60 persen. Secara visual, tren ini tampak positif dan kerap dimaknai sebagai hasil keberhasilan kebijakan ekonomi dan sosial yang dijalankan pemerintah.

Namun, pembacaan yang lebih kritis terhadap data tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah penurunan ini benar-benar mencerminkan perbaikan nyata dalam kehidupan masyarakat, atau hanya pergeseran angka dalam statistik. Metode pengukuran kemiskinan nasional yang berbasis garis pengeluaran minimum dinilai belum mampu menggambarkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Jika dibandingkan dengan standar global, gambaran yang muncul menjadi berbeda. World Bank dalam laporan Macro Poverty Outlook April 2025 mencatat lebih dari 60 persen penduduk Indonesia masih tergolong miskin berdasarkan standar internasional bagi negara berpendapatan menengah atas. Hal ini menunjukkan bahwa kemiskinan sangat dipengaruhi oleh definisi, indikator, dan pendekatan pengukuran yang digunakan.

Di lapangan, tidak sedikit keluarga yang secara statistik telah keluar dari garis kemiskinan, tetapi masih hidup dalam kondisi rentan secara ekonomi dan sosial. Keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas, layanan kesehatan yang layak, lingkungan tempat tinggal yang aman, serta peluang mobilitas sosial antargenerasi masih menjadi persoalan nyata yang belum sepenuhnya terjawab oleh pendekatan berbasis angka.

Kemiskinan pada hakikatnya bukan hanya persoalan pendapatan, melainkan persoalan multidimensi yang mencakup kualitas hidup, jaminan sosial, akses layanan publik, dan peluang masa depan. Ketika pengukuran hanya bertumpu pada batas minimum pengeluaran, maka risiko munculnya “kemiskinan tersembunyi” menjadi semakin besar.

Oleh karena itu, penurunan angka kemiskinan perlu dibaca secara kritis. Keberhasilan statistik memang penting, tetapi tidak cukup. Tantangan utama adalah memastikan bahwa perbaikan data benar-benar sejalan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat secara nyata, adil, dan berkelanjutan.

Download WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
udemy paid course free download
download karbonn firmware
Free Download WordPress Themes
udemy free download
Tags: angka kemiskinanBPScobisnis.comKebijakan ekonomimenyusutpersentase

Related Posts

Kisah Hangat Karina aespa, Sang Ayah Lebih Suka Menjemputnya daripada Punya SIM

Kisah Hangat Karina aespa, Sang Ayah Lebih Suka Menjemputnya daripada Punya SIM

by Desti Dwi Natasya
July 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Karina aespa membagikan kisah hangat tentang hubungan dekatnya dengan sang ayah saat menjadi bintang tamu dalam program...

Song Hye Kyo Gabung Agensi Baru, Tolak Dirikan Perusahaan Sendiri

BYD Racco Hadir di Jepang dengan Jarak Tempuh 320 Km dan Desain Ringkas

by Desti Dwi Natasya
July 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – BYD resmi memperkenalkan mobil listrik mini terbarunya, BYD Racco, untuk pasar Jepang. Kendaraan kompak tersebut menawarkan jarak...

Sung Hanbin ZEROBASEONE Donasi 100 Juta Won, Rayakan Tiga Tahun Debut

Sung Hanbin ZEROBASEONE Donasi 100 Juta Won, Rayakan Tiga Tahun Debut

by Desti Dwi Natasya
July 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Leader ZEROBASEONE, Sung Hanbin, merayakan tiga tahun debutnya dengan mendonasikan 100 juta won atau sekitar Rp1,1 miliar...

Song Hye Kyo Gabung Agensi Baru, Tolak Dirikan Perusahaan Sendiri

Song Hye Kyo Gabung Agensi Baru, Tolak Dirikan Perusahaan Sendiri

by Desti Dwi Natasya
July 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Aktris Korea Selatan Song Hye Kyo dikabarkan telah menentukan langkah baru dalam kariernya setelah berpisah dengan United...

Sakha Coffee Perluas Pasar Kopi Nusantara Lewat Program #BeliLokal

Sakha Coffee Perluas Pasar Kopi Nusantara Lewat Program #BeliLokal

by Rizki Meirino
July 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sakha Coffee Roastery terus memperluas pasar kopi Nusantara melalui program #BeliLokal bersama Tokopedia dan TikTok Shop. Berawal...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Takeda Investasi Rp539 Miliar, Perkuat Ekosistem Plasma di Indonesia

Takeda Investasi Rp539 Miliar, Perkuat Ekosistem Plasma di Indonesia

July 13, 2026
BNI Rayakan HUT ke-80 Lewat Vision Run 2026, Ajak Masyarakat Hidup Sehat

BNI Rayakan HUT ke-80 Lewat Vision Run 2026, Ajak Masyarakat Hidup Sehat

July 13, 2026
Gelombang Kebangkrutan Hantam Jepang, Lebih dari 5.300 Perusahaan Tutup Usaha

Gelombang Kebangkrutan Hantam Jepang, Lebih dari 5.300 Perusahaan Tutup Usaha

July 12, 2026
Auto Draft

Prediksi Ronaldo Menangis Saat Piala Dunia 2026 Jadi Taruhan Bernilai Jutaan Dolar

July 12, 2026
Banggakan Indonesia, SMP IL Kapten Fatubaa Raih Juara Regional AIA Healthiest Schools 2026

Banggakan Indonesia, SMP IL Kapten Fatubaa Raih Juara Regional AIA Healthiest Schools 2026

July 13, 2026
Hampir 10.000 Karyawan dari 68 Negara Jadi Kekuatan Vietjet Kembangkan Bisnis

Hampir 10.000 Karyawan dari 68 Negara Jadi Kekuatan Vietjet Kembangkan Bisnis

July 13, 2026
Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi Mulai 1 September 2026, Kini Dihitung Berdasarkan Jumlah Koper

Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi Mulai 1 September 2026, Kini Dihitung Berdasarkan Jumlah Koper

July 13, 2026
Kisah Hangat Karina aespa, Sang Ayah Lebih Suka Menjemputnya daripada Punya SIM

Kisah Hangat Karina aespa, Sang Ayah Lebih Suka Menjemputnya daripada Punya SIM

July 13, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved